RADARTUBAN - Menpora Erick Thohir mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan pengurus Perbakin terhadap seorang atlet menembak asal Jawa Timur yang masih berusia 15 tahun.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik karena melibatkan atlet muda yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh selama menjalani proses pembinaan dan pengembangan prestasi di dunia olahraga.
Peristiwa dugaan pelecehan seksual itu juga memunculkan keprihatinan luas dari berbagai pihak karena terjadi dalam lingkungan olahraga yang semestinya aman bagi seluruh atlet.
Menpora Tegaskan Pelecehan Seksual Tidak Bisa Ditoleransi
Dalam keterangannya, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa tindakan pelecehan seksual merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun.
Baca Juga: Marak Pelecehan Seksual di Kampus, Kemendiktisaintek Akan Evaluasi Satgas PPKS
Menurutnya, dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman bagi setiap atlet untuk berkembang dan meraih prestasi.
“Kasus pelecehan seksual yang menimpa salah satu atlet muda kita benar-benar merusak nilai-nilai kemanusiaan, mencederai dunia olahraga yang seharusnya menjadi ruang pengembangan potensi yang aman dan nyaman bagi para atlet. Kita semua bukan hanya sebagai insan olahraga, tapi sebagai umat manusia mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual, terlebih dalam kasus ini korbannya adalah anak di bawah umur. Dunia olahraga harus menjadi tempat yang menjaga martabat para atlet dalam mendapatkan pelatihan dan meraih prestasi, bukan menjadi ruang yang membuka peluang terjadinya kekerasan atau pelecehan dalam bentuk apa pun,” ujar Menpora Erick Thohir.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap para atlet, khususnya atlet usia muda. Kasus yang menyeret nama mantan pengurus Perbakin itu dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan etika olahraga.
Dukung Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Selain mengecam tindakan pelaku, Menpora Erick Thohir juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang saat ini tengah berjalan.
Ia mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang bergerak cepat hingga menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
“Saya mendukung sepenuhnya langkah kepolisian dalam menegakkan hukum dan mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan keadilan kepada korban sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku maupun pihak lain yang berpotensi melakukan tindakan serupa,” tegas Menpora Erick.
Dukungan terhadap proses hukum dinilai penting untuk memastikan korban mendapatkan keadilan yang layak.
Kasus pelecehan seksual terhadap atlet menembak tersebut juga diharapkan menjadi perhatian seluruh organisasi olahraga di Indonesia.
Baca Juga: Sering Dianggap Lucu, Ternyata 8 Jenis Candaan Ini Sudah Masuk Kategori Pelecehan Seksual!
Pelaku Tidak Layak Berada di Lingkungan Olahraga
Lebih lanjut, Menpora Erick Thohir berharap pelaku memperoleh hukuman yang setimpal apabila terbukti bersalah berdasarkan putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Ia juga menilai pelaku tidak pantas lagi terlibat dalam aktivitas pembinaan olahraga.
“Apabila terbukti bersalah melalui proses hukum yang berkekuatan hukum tetap, saya berharap pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain itu, pelaku tidak boleh lagi diberikan ruang untuk terlibat dalam pembinaan, pendampingan, maupun aktivitas apa pun di lingkungan olahraga. Kita harus memastikan bahwa keselamatan dan perlindungan atlet menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa dunia olahraga harus bersih dari pelaku kekerasan maupun pelecehan seksual.
Kasus yang melibatkan mantan pengurus Perbakin itu juga menjadi momentum evaluasi sistem pengawasan dalam organisasi olahraga.
Kemenpora Beri Dukungan kepada Korban
Kementerian Pemuda dan Olahraga memastikan akan memberikan dukungan kepada korban dan keluarganya.
Dukungan tersebut mencakup aspek perlindungan, pendampingan, hingga proses pemulihan yang diperlukan.
“Kami akan selalu berada bersama korban. Kemenpora memberikan dukungan penuh kepada korban dan keluarga agar tetap kuat menjalani proses yang ada. Hak-hak korban harus dilindungi dan dipenuhi, termasuk aspek pendampingan serta pemulihannya,” ujar Menpora.
Kasus yang menimpa atlet menembak muda asal Jawa Timur itu akan terus dikawal bersama para pemangku kepentingan terkait.
Dorong Penguatan Perlindungan Atlet Muda
Di akhir pernyataannya, Menpora Erick Thohir mengajak seluruh insan olahraga untuk menjadikan kasus ini sebagai pelajaran penting.
Ia menilai penguatan sistem perlindungan atlet harus menjadi prioritas di setiap cabang olahraga.
“Kasus ini tidak boleh terulang kembali. Kita harus bersama-sama membangun budaya olahraga yang aman, berintegritas, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual. Setiap atlet berhak mendapatkan perlindungan dan rasa aman dalam menjalani proses pembinaan maupun kompetisi. Kemenpora akan terus mendorong penguatan sistem pencegahan dan perlindungan atlet di seluruh cabang olahraga,” pungkas Menpora Erick.
Kasus yang menyeret mantan pengurus Perbakin tersebut menjadi pengingat penting bahwa keselamatan dan perlindungan atlet menembak maupun atlet dari cabang olahraga lainnya harus selalu diutamakan.
Pencegahan pelecehan seksual di lingkungan olahraga membutuhkan komitmen bersama agar setiap atlet dapat berprestasi tanpa rasa takut dan tekanan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni