Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Meningkat Meski Kemarau, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

Tulus Widodo • Jumat, 26 Juni 2026 | 14:16 WIB
Ilustrasi hujan di beberapa Wilayah Indonesia.
Ilustrasi hujan di beberapa Wilayah Indonesia.B

RADARTUBAN – Musim kemarau bukan berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari hujan. Dalam beberapa hari ke depan, tepatnya hingga 29 Juni 2026, sejumlah daerah diperkirakan masih berpotensi mengalami peningkatan curah hujan akibat aktivitas beberapa fenomena atmosfer yang melintasi Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan melalui pemantauan Info Cuaca dan Bencana Indonesia yang mengacu pada perkembangan gangguan atmosfer, yakni Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby. 

Ketiga fenomena ini diketahui mampu meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah yang dilintasinya.

Baca Juga: Sudah Musim Kemarau, Kenapa Tuban Masih Diguyur Hujan? Ini Penjelasan BMKG

MJO Aktif di Aceh dan Sumatera Utara

Selama 23–29 Juni, aktivitas MJO diperkirakan hanya dominan di Aceh dan Sumatera Utara. 

Fenomena ini bergerak dari barat ke timur dan berpotensi meningkatkan intensitas hujan di kedua wilayah tersebut.

Gelombang Kelvin Melintasi Kalimantan hingga Jawa

Sementara itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di beberapa wilayah secara bertahap. Pada 23 Juni, dampaknya berpotensi dirasakan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Papua Barat.

Memasuki 24 Juni, wilayah terdampak meliputi Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat. 

Sedangkan pada 28–29 Juni, potensi peningkatan hujan bergeser ke Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, hingga Bali.

Rossby Dominan di Indonesia Timur

Di sisi lain, gelombang Rossby aktif di Papua Selatan pada 23 Juni. Selanjutnya, pada 24–29 Juni, fenomena ini berpotensi memengaruhi Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, banjir lokal, genangan, tanah longsor, angin kencang disertai petir, hingga gelombang tinggi di perairan tertentu. 

Meski kemarau telah berlangsung, dinamika atmosfer tetap dapat memicu cuaca ekstrem. 

Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG sebagai rujukan resmi sebelum beraktivitas. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#BMKG #musim kemarau #MJO #hujan