Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dedi Mulyadi Soroti Pola Asuh Ayah Taufik Hidayat: Anak Jangan Selalu Dibela Meski Salah

Ika Nur Jannah • Minggu, 28 Juni 2026 | 09:04 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, bersama dengan Ayah kandung Taufik bernama Tata. (Tangkapan Layar YouTube KANGDEDIMULYADICHANNEL)
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, bersama dengan Ayah kandung Taufik bernama Tata. (Tangkapan Layar YouTube KANGDEDIMULYADICHANNEL)

RADARTUBAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pola asuh yang diterapkan orang tua Taufik Hidayat setelah mendengar penuturan Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi.

Menurut Dedi, kebiasaan orang tua yang selalu membela anak meski berada di pihak yang salah dapat berdampak pada pembentukan karakter hingga dewasa.

Hal itu disampaikan Dedi dalam perbincangan yang diunggah melalui kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada Rabu (24/6).

Dalam tayangan tersebut, Kusnaedi mengungkapkan bahwa sejak kecil Taufik dikenal kerap terlibat perkelahian dan disebut sering mendapat pembelaan dari orang tuanya, terutama sang ayah.

Baca Juga: Polisi Tangkap Buronan Kasus Penyekapan di Bandung, Taufik Hidayat Diamankan di Wilayah Bandung Raya

"Kalau misal berantem sama tetangga, dibelain sama orang tuanya," ungkap Kusnaedi.

Mendengar hal itu, Dedi kemudian menanyakan langsung kepada ayah Taufik apakah putranya merupakan anak yang paling disayang di keluarga.

"Benar disayang," jawab singkat ayah Taufik.

Dedi lalu kembali bertanya mengenai alasan sang ayah begitu menyayangi Taufik dibandingkan anak-anak lainnya.

"Kenapa sayang banget sama Taufik Hidayat? Apa yang membuat bapak sayang banget sama dia?" tanya Dedi kepada Tata, ayah Taufik.

Tata pun menjawab bahwa dirinya sangat menyayangi Taufik karena menilai anaknya memiliki paras yang lebih tampan dibanding saudara-saudaranya.

"Karena ganteng, beda dari yang lain," kata Tata.

Dalam perbincangan tersebut, Dedi juga menyinggung pengakuan Tata yang kerap membela Taufik ketika anaknya terlibat perkelahian.

Bahkan, Tata mengaku pernah dipukul menggunakan kayu oleh anaknya hingga terjatuh saat sedang bekerja di sawah.

"Ya karena itu. Kalau sampai orang tua dipukul oleh anaknya pakai kayu dan orang tuanya memaafkan, itu cermin anaknya dimanja," jelas Dedi Mulyadi.

Kusnaedi kembali menegaskan bahwa Taufik sudah dikenal sebagai anak yang kerap membuat masalah sejak kecil. Saat berselisih dengan teman maupun tetangga, orang tuanya disebut sering memberikan pembelaan.

Baca Juga: Munif Taufik Diduga Sebar Chat Tak Pantas Mahasiswa FH UI, Motif Dipicu Masalah Pribadi

Dedi Singgung Jumlah Anak dan Pekerjaan Ayah Taufik

Dalam podcast yang diunggah pada Jumat (26/6), Dedi juga menanyakan jumlah anak yang dimiliki Tata.

"Pertanyaannya adalah bapak ini punya anak berapa sekarang?" tanya Dedi.

"Empat," jawab Tata.

Selain itu, Dedi juga menyinggung pekerjaan Tata sebagai kuli cangkul yang harus menghidupi empat anak.

"Di Garut kuli cangkul ya. Bukan merendahkan, bukan meremehkan, kuli cangkul menghidupi empat anak," ujar Dedi.

Dedi kemudian menilai bahwa kondisi ekonomi keluarga dipengaruhi oleh pekerjaan yang tidak tetap dan penghasilan yang terbatas.

Dalam kesempatan itu, Tata juga meminta bantuan kepada Dedi.

"Makanya kalau saya dibantu, Bang. Itu supaya jangan sampai di bawah," kata Tata.

Menanggapi hal tersebut, Dedi mengatakan bahwa kesuksesan seseorang di masa depan umumnya dibentuk dari karakter pekerja keras sejak kecil.

"Saya kasih tahu, ya. Nasib orang tidak ada yang tahu. Secara umum orang yang naik kehidupannya, sukses di masa dewasanya, itu rata-rata sejak kecil anak itu memang sudah menjadi pekerja keras," jawab Dedi.

Di akhir perbincangan, Dedi menitipkan pesan kepada Tata mengenai pentingnya mendidik anak.

"Tapi saya nitip pesan. Kalau kita menyayangi orang, maka tugas kita yang paling pertama adalah mendidik. Mendidik itu bukan hanya sekadar menyekolahkan. Mendidik itu adalah mengajarkan dia tentang hal-hal yang baik. Kemudian melarang dan mencegah hal yang tidak baik," tutup Dedi.

Ia menekankan pentingnya orang tua memberikan batasan yang jelas ketika anak melakukan kesalahan, bukan sekadar membela tanpa memberikan koreksi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jawa barat #Dedi Mulyadi #gubernur #bandung #taufik hidayat