RADARTUBAN - Nama Mufli Budi Ananda mendadak melesat ke jajaran topik yang paling banyak diperbincangkan publik.
Bukan karena kemunculan di layar televisi, melainkan setelah sosok yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Raffi Ahmad resmi masuk jajaran Komisaris PT Krakatau Posco.
Penunjukan itu langsung memantik rasa penasaran, terutama terkait rekam jejak pendidikan dan pengalaman profesionalnya.
Dari Balik Layar ke Kursi Komisaris
Selama bertahun-tahun, Mufli lebih dikenal sebagai sosok yang bekerja di belakang layar.
Ia menjadi figur yang mendampingi berbagai aktivitas bisnis maupun keseharian Raffi Ahmad.
Baca Juga: Raffi Ahmad Ungkap Kronologi Bertemu Blueray Cargo hingga Namanya Muncul di Sidang KPK
Bahkan, Nagita Slavina beberapa kali menyebut Mufli sebagai orang yang selalu sigap memenuhi kebutuhan suaminya.
Namun, di luar lingkaran tersebut, publik nyaris tidak mengenal perjalanan karier Mufli.
Karena itu, ketika namanya muncul dalam susunan terbaru Dewan Komisaris PT Krakatau Posco, reaksi publik pun tak terhindarkan.
Media sosial dipenuhi pertanyaan mengenai dasar penunjukan dan kapasitas profesional yang dimilikinya.
Riwayat Pendidikan Ramai Ditelusuri
Rasa ingin tahu warganet kemudian mengarah ke laman resmi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Berdasarkan data tersebut, Mufli Budi Ananda tercatat sebagai lulusan Diploma III (D3) Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung, Jakarta Selatan, yang mulai ditempuh sejak 24 September 2007.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Jakarta.
Namun, data PDDikti menunjukkan status studinya berakhir dengan pengunduran diri pada tahun ajaran 2018/2019 sebelum menyelesaikan program sarjana.
Baca Juga: Tak Hanya Bantu Biaya Pemulihan, Raffi Ahmad Tawarkan Rumah Asisten sebagai Kado Pernikahan Fahmi Bo
Fakta inilah yang kemudian menjadi salah satu pembahasan utama di media sosial.
Meski demikian, riwayat pendidikan tidak otomatis menjadi ukuran tunggal dalam pengangkatan komisaris, karena keputusan tersebut pada umumnya merupakan kewenangan pemegang saham sesuai kebutuhan dan strategi perusahaan.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Dalam struktur terbaru perusahaan, Mufli mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro, sementara posisi Presiden Direktur tetap dijabat Kim Young-Joong.
PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO Korea Selatan dengan komposisi kepemilikan saham masing-masing 50 persen.
Perusahaan ini mengoperasikan pabrik baja terpadu di Cilegon, Banten, serta dikenal sebagai pelopor penggunaan teknologi Blast Furnace di Asia Tenggara.
Hingga kini, baik PT Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan atau pertimbangan di balik penunjukannya sebagai komisaris.
Kekosongan penjelasan itulah yang membuat ruang spekulasi terus membesar.
Di tengah derasnya sorotan publik, transparansi mengenai proses penunjukan menjadi hal yang dinantikan agar polemik tidak berkembang menjadi sekadar asumsi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni