Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kabar Baik! Pemerintah Alokasikan Rp 4,2 Triliun untuk Program Magang Nasional 2026, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta

Siti Rohmah • Selasa, 30 Juni 2026 | 12:32 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (jawapos)
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (jawapos)

RADARTUBAN - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,2 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Magang Nasional (MagangHub) 2026 Angkatan II. 

Program tersebut dijadwalkan mulai memasuki tahapan pelaksanaan pada Juli 2026 dengan peningkatan jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan kuota peserta Magang Nasional tahun ini bertambah dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang.

Menurutnya, peningkatan kapasitas program diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja.

"Ini menjadi kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi. Kuota peserta meningkat menjadi 150 ribu orang dengan dukungan anggaran sekitar Rp 4,2 triliun," ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Magang Nasional 2026, Pendaftaran Dimulai Hari Ini

Pada pelaksanaan batch pertama, pemerintah menyediakan kuota bagi 50 ribu peserta. Proses pendaftaran akan dibuka pada 15–28 Juli 2026 sehingga calon peserta masih memiliki waktu untuk mempersiapkan persyaratan yang dibutuhkan.

Selain membuka pendaftaran bagi peserta, Kementerian Ketenagakerjaan juga mengundang perusahaan, kementerian, serta lembaga untuk bergabung sebagai mitra penyelenggara program. Pendaftaran mitra dibuka hingga 15 Juli melalui platform MagangHub.

Yassierli menjelaskan bahwa setiap lowongan magang yang diajukan perusahaan akan melalui proses verifikasi guna memastikan kesesuaiannya dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

"Kami akan memastikan bahwa posisi magang yang ditawarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi lulusan," katanya.

Setelah masa pendaftaran ditutup pada 28 Juli, pemerintah akan melakukan proses verifikasi dan seleksi peserta mulai 29 Juli hingga 5 Agustus 2026.

Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 7 Agustus, sementara kegiatan Magang Nasional batch pertama resmi dimulai pada 10 Agustus.

Program Magang Nasional menjadi salah satu bagian dari paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026 yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat sektor ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kesiapan tenaga kerja muda memasuki dunia industri.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta akan menjalani masa magang selama enam bulan dan memperoleh uang saku sebesar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai lokasi penempatan.

Selain insentif tersebut, peserta juga akan memperoleh perlindungan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JK).

Sebagai tindak lanjut setelah program selesai, Kementerian Ketenagakerjaan juga menyiapkan program sertifikasi kompetensi bagi peserta MagangHub untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#MagangHub #Meneri Ketenagakerjaan Yassierli #program magang nasional