Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

DPR Sebut Penghapusan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Merah Putih Bisa Hemat Rp 1 Triliun

Siti Rohmah • Selasa, 30 Juni 2026 | 13:24 WIB
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. (Istimewa)
Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. (Istimewa)

RADARTUBAN - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menilai pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan lebih efektif apabila difokuskan pada peningkatan kompetensi manajerial tanpa disertai latihan dasar militer (latsarmil).

Menurutnya, penghapusan materi latsarmil juga berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran yang sangat signifikan.

Ia berpendapat pelatihan sebaiknya diarahkan pada penguatan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan dalam pengelolaan koperasi, sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih tepat sasaran.

TB Hasanuddin mengacu pada skema pelatihan selama 45 hari yang terdiri atas 30 hari latihan dasar militer dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi.

Berdasarkan perhitungannya, porsi terbesar anggaran justru terserap untuk pelaksanaan latsarmil yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tugas utama seorang manajer koperasi.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Evaluasi Total Latsarmil Koperasi Merah Putih Usai 5 Peserta Meninggal

Ia menjelaskan, jika biaya pelatihan selama tujuh hari mencapai sekitar Rp5 juta per peserta, maka total kebutuhan anggaran untuk program selama 45 hari diperkirakan mencapai Rp 45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 30 juta digunakan untuk kegiatan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta dialokasikan untuk materi pengelolaan koperasi.

Atas dasar itu, TB Hasanuddin menilai negara dapat menghemat sekitar Rp 30 juta untuk setiap peserta apabila latihan dasar militer dihapus dari kurikulum pelatihan.

Ia memperkirakan potensi efisiensi anggaran akan jauh lebih besar jika kebijakan tersebut diterapkan secara nasional.

Dengan jumlah peserta gelombang pertama mencapai 35.476 orang, penghematan anggaran diperkirakan dapat melampaui Rp1 triliun.

Menurut TB Hasanuddin, tanggung jawab utama seorang manajer Kopdes Merah Putih adalah mengelola organisasi, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui koperasi.

Karena itu, materi pelatihan seharusnya lebih menitikberatkan pada kemampuan bisnis, tata kelola keuangan, pemasaran, hingga pemberdayaan masyarakat, bukan pada latihan fisik atau kemiliteran.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mencatat sebanyak 35.476 peserta mengikuti gelombang pertama pelatihan yang berlangsung pada 17 Juni hingga 31 Juli 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 30.000 calon manajer Kopdes Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih yang menjalani pendidikan di 67 satuan pendidikan di berbagai daerah.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#KNMP #calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih #DPR RI #tb hasanuddin #anggaran