RADARTUBAN - Kawasan Barelang di Batam kembali dilirik investor asing. Kali ini, sebuah perusahaan teknologi asal Australia, Firmus Technologies bersama (NVIDIA) tertarik menanamkan investasi di sektor kecerdasan buatan atau kecerdasan buatan (AI) di kawasan tersebut.
Minat investasi itu menambah daftar panjang prospek pengembangan Barelang sebagai salah satu strategi kawasan untuk industri berbasis teknologi.
Firmus Technologies akan menempatkan sekitar 170.000 GPU generasi terbaru. dan infrastruktur itu akan menjadi salah satu klaster komputasi AL terbesar di Asia tenggara.
Baca Juga: Dominasi Raksasa Teknologi AS Tak Terbendung, NVIDIA Jadi Perusahaan Paling Bernilai Global
Sementara, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menuturkan investasi tersebut meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pengembangan barang di kawasan ekonomi strategis.
"Ketika investor kelas dunia mulai memilih Batam sebagai lokasi rencana investasinya, itu menunjukkan berenang memiliki fondasi yang semakin kuat sebagai kawasan ekonomi masa depan," Ujar Iftitah.
Dia menambahkan investor datang akan melihat masa depan sebuah kawasan tugas pemerintah yakni memastikan masa depan itu dibangun di atas pondasi yang kuat, kolaboratif.
"Investor datang karena melihat masa depan sebuah kawasan. Tugas pemerintah adalah memastikan masa depan itu dibangun di atas pondasi yang kuat, kolaboratif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," Jelasnya.
Menurut Iftitah bahwa kunci keberhasilan adalah membangun ekosistem yang terintegrasi, mulai dari sektor industri dan fasilitas pelabuhan, jaringan logistik dan teknologi, hingga perencanaan permukiman serta peningkatan kapasitas SDM.
Iftitah menekankan pengalaman di barelang memperlihatkan bagaimana pengelolaan kawasan yang konsisten dan terintegrasi mampu meningkatkan kepercayaan investor.
Dia menambahkan bahwa tujuan akhir bukan sekedar menarik investasi lebih besar melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
"Pada akhirnya, tujuan kita bukan sekedar menghadirkan investasi yang lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," Tutup Iftitah.
Rencana investasi ini menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat posisi Batam dalam peta industri digital. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni