RADARTUBAN - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersiap membentuk Daerah Kerja (Daker) khusus Armuzna untuk penyelenggaraan haji 2027.
Langkah ini disiapkan guna memperkuat pelayanan jemaah pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pembentukan daker khusus itu dimaksudkan agar petugas yang bertugas di Armuzna bisa bekerja lebih fokus. Menurut dia, petugas tidak akan lagi dibebani tugas di luar wilayah layanan tersebut.
"Kami akan membentuk Dakar khusus yang kami sebut sebagai Dakar Armuzna, yakni Daker Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jadi ada Daker khusu yang melayani jemaah kita di Arafah, Muzdalifah, dan mina," Jelasnya.
Baca Juga: Membawa Kafan dari Tuban, Siti Rokayah Menutup Perjalanan Hajinya di Makkah
Dahnil menjelaskan, skema baru ini merupakan bagian dari pembenahan layanan haji setelah evaluasi penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"Jadi perbaikan pelayanan di Eropa terkait dengan tenda, toilet, kan banyak keluhan dari jemaah dan memastikan koreksi di Muzdalifah tentang tata tertibnya," Ungkapnya.
Pemerintah ingin memastikan koordinasi dan pengendalian pergerakan jemaah di Armuzna berjalan lebih tertib dan responsif.
Dahnil menegaskan bahwa perekrutan kedua saji di setiap daftar Belum dimulai meski penyelenggaraan Haji 2026 telah resmi ditutup pada Rabu, (1/7).
"Tahun 2027 pendaftaran petugas haji itu belum dimulai, kalau ingin tahu rekrutmen petugas Haji silahkan ikuti lama-laman resmi atau website resmi dari kementerian haji dan umroh," Kata Dahnil
Ia menegaskan bahwa petugas Haji akan diumumkan rekrutmen melalu Channel-channel resmi dari kementerian haji dan umrah.
Kemenhaj berharap pembentukan Daker Armuzna menjadi salah satu langkah perbaikan layanan yang berkelanjutan untuk musim haji 2027. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni