RADARTUBAN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir Menyebut Pemerintah tengah menggodok skema dana pensiun untuk atlet.
Ia menegaskan, kebijakan itu harus dirancang hati-hati agar tidak kembali terseret praktik korupsi.
"Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu korupsi," Tegasnya.
Erick menyampaikan, pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam penyusunan skema dana pensiun atlet bernasib sama seperti sejumlah kasus penyalahgunaan dana pensiun di masa lalu.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Kecam Keras Kasus Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak Jatim
Karena itu, penyusunan skema akan dilakukan secara akuntabel dan melibatkan banyak pihak.
Dalam pembahasan itu, Kemenpora menggandeng Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga pakar olahraga untuk merumuskan mekanisme yang tepat.
Erick menilai keterlibatan lembaga pengawas penting agar pengelolaan dana bisa lebih transparan.
Erick juga menyebut Presiden meminta agar pemerintah tidak hanya memikirkan atlet saat sedang berjaya, tetapi juga memastikan kesejahteraan mereka setelah masa aktif berkarier berakhir.
"Bapak presiden minta Jangan hanya kita memikirkan tadi ketika atlet berjaya. Nah, kita sekarang sedang menggodok, nah ini cukup kompleks namanya dana pensiun," Kata Erick.
Menurut dia, banyak atlet tidak memiliki gaji bulanan maupun uang jaminan yang memadai setelah pensiun.
"Atlet tidak ada gaji bulanan, tidak ada uang juara. Ini yang kita sedang godok bagaimana mencari jalan keluar agar dana pensiun ini bisa continue, sustain," Pungkasnya.
Kemenpora, sudah bertemu Menteri Keuangan untuk mengusulkan skema dana pensiun yang menyasar atlet dan pelatih berprestasi, terutama peraih medali emas di ajang Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni