Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kabar Baik! Pemerintah Optimistis Harga Pertamax Segera Turun Seiring Melemahnya Harga Minyak Dunia

Siti Rohmah • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:05 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

RADARTUBAN - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan mengalami penyesuaian turun dalam waktu mendatang seiring melemahnya harga minyak mentah di pasar global.

Menurut Purbaya, perubahan harga BBM nonsubsidi akan mengikuti pergerakan harga minyak dunia secara bertahap sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi.

"Pelan-pelan harga Pertamax saya yakin akan turun mengikuti penurunan harga minyak dunia," ujar Purbaya kepada wartawan, Rabu malam (2/7).

Ia menilai, penurunan harga Pertamax nantinya berpotensi membantu menekan laju inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Pasalnya, kenaikan harga energi, termasuk BBM, menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi pada Juni 2026.

Baca Juga: Bahlil Soroti Harga Pertamax Belum Turun, Singgung Sikap Publik: Harus Fair Dong

Purbaya menjelaskan, meskipun inflasi mengalami kenaikan, inflasi inti masih berada pada level yang relatif terkendali. Menurutnya, lonjakan inflasi lebih banyak dipengaruhi oleh komponen harga yang bersifat fluktuatif, seperti energi dan bahan pangan.

"Kita lihat inflasi inti masih relatif terkendali. Kenaikan inflasi lebih dipengaruhi oleh harga-harga yang berfluktuasi seperti minyak, BBM, dan pangan," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan (month to month/mtm). Dengan capaian tersebut, Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa inflasi tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 3,34 persen, sedangkan inflasi sepanjang tahun (year to date/ytd) mencapai 1,79 persen.

Menurut Ateng, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi Juni 2026, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

"Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 2,29 persen dan memberikan andil sebesar 0,28 persen terhadap inflasi nasional," jelas Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).

Ia merinci, komoditas yang paling berkontribusi terhadap inflasi sektor transportasi antara lain bensin dengan andil sebesar 0,21 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen, serta pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Ateng menambahkan, kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terjadi dua kali sepanjang Juni 2026 menjadi salah satu penyebab meningkatnya inflasi pada kelompok transportasi.

Penyesuaian harga pertama dilakukan pada 1 Juni 2026, ketika Pertamax Turbo mengalami kenaikan harga, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru mengalami penurunan. Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, harga Pertamax kembali mengalami kenaikan sehingga turut memberikan tekanan terhadap inflasi bulan tersebut.

Dengan tren penurunan harga minyak mentah global saat ini, pemerintah berharap harga BBM nonsubsidi dapat segera menyesuaikan sehingga mampu meredam tekanan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harga bbm non subsidi #harga minyak mentah #pertamax