RADARTUBAN – Langkah percepatan pengembangan sektor minyak dan gas bumi (migas) di Jawa Timur dan Jawa Tengah memasuki babak baru.
SKK Migas bersama sejumlah kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku industri resmi menyepakati percepatan penyediaan lahan untuk mendukung proyek pengeboran beberapa sumur migas strategis.
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Bupati Bojonegoro, Bupati Demak, Bupati Grobogan, Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, perwakilan Kementerian Pertanian, serta Direktorat Hulu Migas.
Baca Juga: Rekrutmen SKK Migas 2026 Resmi Dibuka, Cek Syaratnya untuk Formasi Humas dan Teknis
Lahan Dipastikan, Pengeboran Segera Dimulai
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa kesepakatan itu menjadi fondasi penting untuk mempercepat proses pengeboran sejumlah sumur baru.
"Hasil kunjungan kerja di Bojonegoro menghasilkan kesepakatan bersama untuk mempercepat pengembangan sejumlah proyek pengeboran migas. Kesepakatan ini menjadi dasar mendukung penyediaan lahan bagi pengeboran Sumur KKW milik ExxonMobil Cepu Ltd, Sumur BGE-1 milik PT Pertamina EP, serta Sumur RBG-5, RBG-6, dan RBG-7 milik TIS di Demak dan Grobogan," ujar Djoko Siswanto.
Sumur KKW di Bojonegoro membutuhkan lahan sekitar 0,6 hektare, sementara Sumur BGE-1 memerlukan 3,5 hektare.
Adapun tiga sumur RBG di Demak dan Grobogan membutuhkan lahan sekitar 4,4 hektare.
Potensi Energi Bernilai Strategis
Di balik percepatan proyek tersebut tersimpan potensi energi yang sangat besar. Total cadangan diperkirakan mencapai 23 juta barel minyak dan 1,5 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Jika seluruh proyek berjalan sesuai rencana, potensi produksinya diperkirakan mencapai 35.000 barel minyak per hari (BPH) dan 450 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
Baca Juga: ExxonMobil dan SKK Migas di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026S
Angka tersebut dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor migas.
Menutup keterangannya, Djoko Siswanto berharap seluruh tahapan proyek dapat berjalan tanpa hambatan.
"Mohon dukungan dan doa agar pengeboran dapat segera dimulai," harapnya.
Dengan telah terjalinnya komitmen lintas instansi, proyek-proyek migas strategis di Bojonegoro, Demak, dan Grobogan kini memasuki fase yang semakin konkret.
Tantangan berikutnya adalah memastikan proses pembebasan lahan dan pelaksanaan pengeboran berjalan tepat waktu agar potensi energi nasional tersebut segera dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat dan negara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni