RADARTUBAN - Harga telur di Sumatera Utara kembali naik setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lagi. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution menyampaikan pihaknya mencari solusi untuk masalah tersebut.
Salah satu langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga adalah mendorong satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) bermitra langsung dengan peternak lokal dan menghindari pembeli yang di pasar. agar kebutuhan program tetap terpenuhi tanpa menekan pasar.
Menurut Bobby, langkah ini penting agar kebutuhan komoditas telur untuk program MBG yang tidak saling berebut dengan kebutuhan pasar reguler masyarakat
Baca Juga: Puluhan Dapur MBG Tuban Berpotensi Mangkrak: Skandal MBG Bikin Pemkab Tuban Kebingungan
Gubernur Sumut itu menyebut telur sebagai salah satu menu favorit di SPPG. Untuk itu, pihaknya menggandeng Bank Indonesia (BI) guna menjalin kemitraan langsung antara SPPG dan peternak.
"Telur itu salah satu menu favorit, yang banyak juga dibuat di SPPG dari kemarin kami dengan BI (Bank Indonesia) contoh sudah mencoba membuat kerjasama antara SPPG dengan penghasil," Ungkapnya
Ia menambahkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berebut pasokan dengan masyarakat di pasar.
"Bukan berebut dengan masyarakat yang ada di pasar," Tambahnya.
Meski demikian, Bobby mengakui kemitraan tersebut belum berjalan optimal karena sebagian besar SPPG sepantah masih membeli pasukan telur di pasar.
"Mungkin belum sampai 50 persen atau bahkan mungkin belum 20 persen. Kita inginkan kalau minimal 20 persen saja SPPG yang ada bisa bekerja sama dengan pemasukannya langsung, jadi tidak akan berebut dengan kebutuhan masyarakat," Ujarnya.
Kenaikan harga telur menjadi perhatian karena komoditas tersebut termasuk bahan pangan yang banyak digunakan dalam menu harian masyarakat maupun program gizi pemerintah. (*
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni