RADARTUBAN - Kabar mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami oleh keturunan langsung dari tokoh sejarah bangsa kerap kali memicu rasa empati yang mendalam dari masyarakat luas.
Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada sosok Heru Baskoro (84), yang merupakan putra Sayuti Melik, tokoh nasional yang sangat berjasa mengetik naskah asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 silam.
Setelah kisah kehidupan masa tuanya yang sulit mendadak viral di berbagai platform media sosial, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) segera mengambil langkah nyata dan cepat untuk menyelamatkan masa tua sang putra patriot bangsa.
Baca Juga: Kemensos Targetkan Audit Pengadaan Sekolah Rakyat Tuntas Pekan Depan
Heru Baskoro secara resmi dipindahkan ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) yang berlokasi di Bekasi Timur oleh jajaran petugas Kementerian Sosial, Senin (13/7)
Langkah evakuasi dan relokasi kemanusiaan ini diambil setelah adanya asesmen mendalam mengenai kondisi kesehatan fisik serta keadaan ekonomi Heru Baskoro yang kian memburuk di usia senjanya.
Tidak sendirian, ia dievakuasi bersama dengan sang istri tercinta, Tasyzia Noviani (65), yang selama ini dengan setia merawatnya di tengah segala keterbatasan hidup di lingkungan pemukiman padat.
Di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, pasangan lansia ini dijadwalkan akan menjalani rangkaian pemeriksaan medis secara menyeluruh serta mendapatkan perawatan intensif yang jauh lebih layak.
Fasilitas milik Kemensos tersebut dilengkapi dengan tenaga medis, psikolog, serta pendamping sosial yang siap memantau perkembangan kesehatan fisik dan psikologis mereka setiap hari.
Langkah responsif dari pemerintah ini dinilai sangat tepat dan menuai banyak pujian dari netizen, mengingat jasa besar ayah dari Heru Baskoro, yakni Sayuti Melik, merupakan pilar penting dalam momen detik-detik kemerdekaan Republik Indonesia yang tidak boleh dilupakan oleh generasi penerus. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni