RADARTUBAN – Setelah hampir 28 tahun hanya menjadi harapan besar di sektor energi nasional, Proyek LNG Abadi Masela akhirnya resmi memasuki tahap konstruksi.
Momen bersejarah itu ditandai dengan seremoni groundbreaking yang digelar pada Kamis (16/7), dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring dari Istana Negara, Jakarta.
Dimulainya pembangunan proyek raksasa senilai US$ 20,95 miliar atau sekitar Rp 390 triliun ini menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Penantian 28 Tahun Akhirnya Berakhir
Lapangan gas Abadi di Blok Masela pertama kali ditemukan pada 1998. Namun, berbagai kendala membuat proyek tersebut bertahun-tahun belum memasuki tahap konstruksi.
Baca Juga: Bahlil Resmikan Mini LNG Rp 1,1 Triliun di Tuban, Pasokan Diprioritaskan untuk Dalam Negeri
Percepatan baru terjadi setelah Presiden Prabowo menginstruksikan agar seluruh proyek migas yang telah memiliki Plan of Development (POD) segera dieksekusi.
Pemerintah bahkan sempat mengirim surat peringatan kepada operator utama, Inpex Corporation, agar mempercepat realisasi investasi yang telah lama dinantikan.
Kontribusi Jumbo untuk Ekonomi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan proyek ini diperkirakan menghasilkan pendapatan langsung bagi negara sebesar US$ 37,8 miliar.
Tak hanya itu, Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga US$ 137,8 miliar, meningkatkan PDRB Provinsi Maluku sekitar US$ 95 miliar, serta PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar mencapai US$ 92 miliar.
Putra Daerah Jadi Prioritas
Selain nilai investasinya yang fantastis, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung selama masa konstruksi dan 800 hingga 1.000 pekerja saat memasuki tahap operasi.
Bahlil memastikan masyarakat lokal akan menjadi prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja.
"Anak-anak Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya yang sudah kami sekolahkan di Akademi Migas Cepu akan kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela," ujar Bahlil dalam sambutannya.
Baca Juga: Bahlil Dijadwalkan Kunjungi Tuban Kamis Besok, Ini Jadwal Lengkapnya untuk Resmikan Mini LNG
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh Inpex Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas.
Fasilitas ini dirancang mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan 150 MMSCFD gas pipa untuk kebutuhan domestik, serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.
Kebijakan pemerintah yang mengalokasikan 60 persen produksi gas untuk pasar domestik dan membatasi ekspor maksimal 40 persen menunjukkan bahwa proyek ini bukan semata mengejar devisa, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Setelah hampir tiga dekade tertunda, Proyek Abadi Masela kini benar-benar memasuki babak baru yang akan menentukan masa depan industri migas Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni