Wamen UMKM: Produk Lokal Sulit Bersaing Jika Regulasi Impor Tak Dibenahi

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 12:03 WIB
Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza. (Instagram @helvi.moraza)
Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza. (Instagram @helvi.moraza)

RADARTUBAN - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Helvi Yuni Moraza menyebut bahwa pembenahan regulasi impor menjadi kunci utama agar produk lokal mampu bersaing dengan barang asing yang membanjiri platform perdagangan digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Helvi guna menanggapi keluhan para pelaku UMKM terkait ketimpangan harga produk lokal yang kalah bersaing dengan barang impor di berbagai marketplace. 

"Pak menteri berkali-kali menyampaikan bahwa sekuat apapun kita bekerja untuk UMKM, kalau memang kita tidak membenahi regulasi impor dan pengendalian barang-barang impor, kita tetap kalah," Ungkap Helvi.

Helvi menegaskan pemerintah tidak hanya mengendalikan kebijakan pengendalian impor tersebut.

Baca Juga: Resmi Jadi Presiden Deltras Sidoarjo, Deddy Adrianto Siapkan Matchday Jadi Festival UMKM

Kementerian UMKM berkomitmen untuk terus memperkuat daya saing pelaku usaha dalam negeri dari hulu Ke hilir. 

Langkah ini yang disiapkan meliputi pemberian pelatihan digital, pendampingan usaha secara intensif, hingga perusahaan akses pasar bagi produk lokal. 

Wakil menteri UMKM, menyoroti Salah satu keberhasilan inisiatif Kabupaten kulon Progo yang telah mengembangkan platform belanja dari Mandiri.

"Silakan dikembangkan, nanti datang ke kementerian UMKM, kami akan mendukung arah itu karena memang kita membutuhkan kanal pemasaran seperti ini," jelasnya. 

Pemerintah Kabupaten kulon Progo terus meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal melalui optimalisasi pusat layanan usaha terpadu (PLUT).

Langkah strategis ini didukung dengan pengoperasian gedung pusat pelayanan senilai Rp 8,5 milliar yang telah berjalan sejak 2025 lalu.

Kepala Dinas perindustrian, koperasi dan UMKM kulon Progo, Iffah Mufidati, menegaskan bahwa PLUT berfungsi sebagai pusat pendampingan bagi pelaku usaha.

Fasilitas ini menyediakan layanan dari hulu Ke hilir, mulai dari pelatihan, konsultasi bisnis, pengembangan usaha, kurasi produk, hingga akses pemasaran. 

Menurutnya, PLUT hadir sebagai rumah bersama yang siap mengambil produk lokal agar mampu memenuhi standar kurasi pasar. 

Tiga sektor unggulan UMKM kulon Progo saat ini, yaitu makanan olahan berbasis bahan lokal, fesyen batik dan lurik, serta kerajinan serat alam. 

Dari ketiga sektor tersebut, produk kerajinan serat alam bahkan telah berhasil menembus pasar lokal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Helvi Yuni Moraza perdagangan digital UMKM impor marketplace