RADARTUBAN - Di tengah pesatnya transformasi digital, satu nama perempuan berhasil mencuri perhatian dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.
Sosok itu adalah Marina Budiman, pengusaha teknologi yang membangun kerajaan bisnis dari industri data center yang kini menjadi tulang punggung ekonomi digital.
Forbes per 19 Juli 2026 seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id, mencatat kekayaan Marina mencapai US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 147,13 triliun.
Nilai fantastis tersebut mengantarkannya ke peringkat kedelapan orang terkaya di Indonesia, sekaligus menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil menembus jajaran elite tersebut.
Baca Juga: Orang Terkaya di Indonesia Ini Beli Es Dipinggir Jalan Dan Jadi Sopir Angkutan, Begini Kisahnya
Dari Data Center Menuju Panggung Konglomerat
Marina merupakan Co-Founder sekaligus Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia, ia mendirikan perusahaan pada 2011 ketika kebutuhan pusat data nasional belum sebesar sekarang.
Kini, DCI Indonesia berkembang menjadi operator data center Tier IV pertama di Asia Tenggara.
Perusahaan tersebut semakin melesat setelah melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021 dengan harga penawaran umum perdana (IPO) Rp 420 per saham.
Marina juga menguasai 22,51 persen saham DCII, menjadikannya pemegang saham terbesar kedua setelah Otto Toto Sugiri.
Ledakan Era AI Jadi Mesin Kekayaan Baru
Lonjakan nilai kekayaan Marina bukan terjadi secara instan. Pertumbuhan industri cloud computing, kecerdasan buatan (AI), hingga meningkatnya kebutuhan penyimpanan data membuat bisnis data center menjadi salah satu sektor paling strategis dalam ekonomi digital.
Forbes mencatat kenaikan kekayaan tersebut sejalan dengan meningkatnya valuasi DCI Indonesia di pasar modal.
Sementara itu, Warta Ekonomi menyebut ekspansi infrastruktur digital menjadi faktor utama yang terus mendongkrak prospek bisnis perusahaan.
Kisah Marina Budiman memperlihatkan bahwa di era digital, pusat data bukan lagi sekadar infrastruktur teknologi.
Di balik deretan server yang bekerja tanpa henti, lahir kekayaan bernilai ratusan triliun rupiah dan sebuah bukti bahwa industri digital kini menjadi ladang ekonomi paling menjanjikan di Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni