Anggaran Makan Bergizi Gratis Dievaluasi, BGN Ubah Prioritas Penerima Demi Percepat Penanganan Stunting

Tulus Widodo • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:13 WIB
BGN mengubah prioritas penerima MBG dengan fokus pada kelompok rentan. (Pinterest)
BGN mengubah prioritas penerima MBG dengan fokus pada kelompok rentan. (Pinterest)

RADARTUBAN – Pemerintah mulai melakukan penyesuaian besar terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Langkah ini bukan sekadar soal efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola agar bantuan benar-benar diterima kelompok yang paling membutuhkan.

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan perhitungan ulang anggaran masih berlangsung. Namun, kebutuhan dana program dipastikan tidak akan mencapai Rp 268 triliun seperti estimasi awal yang sempat beredar.

BGN Pastikan Anggaran Masih Dihitung

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa lembaganya tengah menyusun kebutuhan anggaran terbaru seiring proses pembenahan program.

Baca Juga: Mitra MBG Ancam Mogok Massal, BGN Diberi Tenggat Pembenahan Tata Kelola Dapur MBG Hingga 17 Agustus 

"Alokasi anggaran terbaru saat ini masih dalam tahap penghitungan mendalam. Namun, total kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak akan mencapai Rp 268 triliun sebagaimana perhitungan awal," ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah memilih pendekatan yang lebih terukur agar penggunaan anggaran negara menjadi semakin efektif tanpa mengurangi tujuan utama program.

 

Verifikasi 62,7 Juta Penerima Jadi Prioritas

Selain menghitung ulang anggaran, BGN juga melakukan verifikasi terhadap sekitar 62,7 juta calon penerima manfaat. Proses ini dilakukan untuk memastikan data penerima benar-benar akurat.

Validasi tersebut dinilai penting guna menghindari duplikasi data maupun tumpang tindih penyaluran bantuan, sehingga setiap rupiah anggaran dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Fokus Bergeser ke Kelompok Paling Rentan

Perubahan paling signifikan terletak pada sasaran penerima manfaat. BGN kini memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, kelompok yang dinilai paling rentan terhadap risiko stunting.

Agustina menegaskan bahwa kelompok tersebut sebelumnya baru mencakup sekitar 17 persen dari total penerima manfaat, sehingga perlu mendapat perhatian lebih besar dalam pelaksanaan program ke depan.

Baca Juga: Mitra MBG Ancam Mogok Massal, BGN Diberi Tenggat Pembenahan Tata Kelola Dapur MBG Hingga 17 Agustus 

Langkah refocusing ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar jumlah penerima, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas intervensi gizi. 

Dengan data yang lebih akurat, anggaran yang lebih efisien, dan sasaran yang lebih tepat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
stunting penerima manfaat Makan Bergizi Gratis Mbg anggaran