Mengapa Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin BGN? Istana Beberkan Tiga Pertimbangan Utama

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:13 WIB
Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang. (Jawapos.com)
Sudaryono dilantik sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S Deyang. (Jawapos.com)

RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Penunjukan tersebut disebut bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba, melainkan didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alasan utama pemerintah segera mengisi kursi pimpinan BGN.

Menurutnya, lembaga tersebut memegang peran sentral dalam menjalankan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo sehingga kepemimpinannya tidak boleh mengalami kekosongan terlalu lama.

"BGN memegang peranan penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sehingga harus segera memiliki pimpinan definitif," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (22/7).

Baca Juga: BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Tak Bisa Dihentikan, Sudaryono: Ini Janji Politik Prabowo

Tak hanya itu, Sudaryono dinilai sebagai sosok yang memahami arah kebijakan MBG karena telah mengikuti proses penyusunannya sejak tahap awal.

Prasetyo menyebut mantan Wakil Menteri Pertanian itu ikut terlibat dalam berbagai pembahasan, mulai dari penyusunan konsep hingga merancang pola implementasi program di lapangan.

"Sejak awal beliau sudah ikut dalam proses diskusi, menyusun konsep, sampai memikirkan bagaimana pelaksanaan program ini berjalan," ujarnya.

Pertimbangan lain yang memperkuat penunjukan Sudaryono adalah latar belakangnya di Kementerian Pertanian. Pemerintah menilai pengalaman tersebut penting karena keberhasilan MBG sangat bergantung pada ketersediaan pasokan bahan pangan.

Menurut Prasetyo, rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.

"Kementerian Pertanian selama ini menjadi bagian dari ekosistem penyediaan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan MBG," jelasnya.

MBG Disebut Bukan Sekadar Program Gizi

Usai dilantik, Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar meningkatkan asupan gizi masyarakat.

Ia menilai program tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi karena menciptakan permintaan besar terhadap berbagai komoditas pangan lokal.

Menurut Sudaryono, hasil produksi petani, peternak, hingga nelayan kini memiliki peluang pasar yang lebih besar karena terserap untuk memenuhi kebutuhan MBG.

"Program ini skalanya sangat besar. Saya sering mengibaratkannya seperti Pacman karena hampir semua hasil pangan bisa terserap," ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Dievaluasi, BGN Ubah Prioritas Penerima Demi Percepat Penanganan Stunting

Ia mengatakan sebelum program itu berjalan, kelebihan produksi kerap membuat sebagian petani dan peternak kesulitan menjual hasil usahanya. Bahkan, tidak sedikit produk pangan yang akhirnya terbuang sia-sia.

Kini, kata Sudaryono, kondisi tersebut mulai berubah karena kebutuhan bahan pangan meningkat seiring pelaksanaan MBG di berbagai daerah.

"Dulu kita sering mendengar ada susu yang dibuang, sayuran yang tidak laku, atau hasil panen yang terpaksa dimusnahkan. Harapannya kondisi seperti itu semakin berkurang karena hasil produksi dapat terserap," tuturnya.

Sudaryono menambahkan, tantangan berikutnya bukan lagi soal permintaan, melainkan memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar agar manfaat ekonomi program tersebut benar-benar dirasakan hingga tingkat petani, peternak, dan nelayan di daerah.

Dengan skala program yang terus berkembang, pemerintah berharap MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat perputaran ekonomi di sektor pangan nasional. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
BGN nanik s deyang Sudaryono Kepala Badan Gizi Nasional presiden prabowo subianto