23 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Penting Nasional dan Internasional 2026

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 12:06 WIB
Ilustrasi Hari Anak
Ilustrasi Hari Anak

RADARTUBAN – Setiap tanggal 23 Juli, sejumlah momentum penting diperingati secara bersamaan. Tak hanya menjadi hari spesial bagi anak-anak Indonesia, tanggal ini juga dimanfaatkan sebagai ajang kampanye di bidang kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan media.

Beberapa peringatan bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi agenda rutin setiap tahun, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berikut empat momentum yang diperingati pada 23 Juli 2026.

Hari Anak Nasional, Pengingat Hak Anak Harus Dipenuhi

Peringatan yang paling dikenal masyarakat Indonesia pada 23 Juli adalah Hari Anak Nasional (HAN).

Momentum ini ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, bertepatan dengan tanggal lahirnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.

Pada peringatan ke-42 tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."

Baca Juga: Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2023, Adi Prayitno: Sukseskan Program Satu Guru Satu Anak Asuh

Melalui tema tersebut, pemerintah mengajak keluarga, sekolah, dunia usaha, hingga masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Komitmen itu diwujudkan melalui Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (Gernas #RANA) yang menekankan pentingnya perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, maupun berbagai bentuk eksploitasi.

Sehari Tanpa Menyalakan Televisi

Selain Hari Anak Nasional, 23 Juli juga dikenal sebagai Hari Tanpa Televisi.

Gerakan ini lahir dari inisiatif sejumlah komunitas pemerhati media pada 2008. Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat menghentikan aktivitas menonton televisi selama satu hari.

Waktu yang biasanya dihabiskan di depan layar diharapkan dapat dialihkan untuk membaca buku, berolahraga, berbincang bersama keluarga, atau melakukan aktivitas lain yang lebih produktif.

Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu semakin cermat memilih tayangan yang berkualitas di tengah derasnya arus informasi.

Mengingatkan Bahaya Penyakit Kecacingan

Momentum lain yang juga jatuh pada 23 Juli adalah Hari Waspada Cacing.

Melalui peringatan ini, pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap infeksi cacing yang masih banyak ditemukan, terutama pada anak-anak usia sekolah.

Penyakit tersebut bukan hanya menyebabkan gangguan pencernaan, tetapi juga dapat memengaruhi status gizi, pertumbuhan, hingga kemampuan belajar.

Karena itu, masyarakat terus diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih, mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun, memakai alas kaki, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mengikuti program pemberian obat cacing sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Mengenal Sindrom Sjögren

Di tingkat global, 23 Juli diperingati sebagai World Sjögren's Day.

Hari peringatan ini bertujuan memperluas pengetahuan masyarakat mengenai Sindrom Sjögren, penyakit autoimun yang menyerang kelenjar penghasil air mata dan air liur.

Penderitanya umumnya mengalami mata dan mulut kering. Namun, penyakit tersebut juga dapat memengaruhi organ lain sehingga sering kali terlambat dikenali karena gejalanya menyerupai berbagai penyakit lain.

Tanggal 23 Juli dipilih untuk menghormati Henrik Sjögren, dokter mata asal Swedia yang pertama kali mendeskripsikan penyakit tersebut.

Satu Tanggal, Beragam Pesan

Meski memiliki latar belakang yang berbeda, seluruh peringatan pada 23 Juli membawa tujuan yang sama, yakni meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu penting.

Mulai dari memastikan anak memperoleh hak dan perlindungan, mendorong pola hidup sehat, membangun budaya bermedia yang lebih bijak, hingga memperluas pemahaman mengenai penyakit yang masih kurang dikenal.

Karena itu, 23 Juli bukan sekadar tanggal dalam kalender, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kualitas hidup masyarakat dibentuk oleh kepedulian terhadap sesama, kesehatan, dan lingkungan di sekitarnya. (*) 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
hari tanpa televisi World Sjögren's Day hari waspada cacing 23 juli hari anak nasional