RADARTUBAN - Amukan Si jago marah telah menghanguskan sebuah toko kue di area pasar Ciputat, Tangerang Selatan pada Rabu (22/7) malam akhirnya berhasil di padamkan.
Petugas pemadam berhasil memadamkan lebar, kondisi bangunan rusak parah dengan tumpukan kue yang hangus berserakan di dalamnya.
Saat ini, lokasi telah dipasangi garis polisi dan sejumlah petugas pemadam masih disiagakan di lokasi demi memastikan tidak ada lagi titik api yang akan menimbulkan kebakaran susulan.
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan parah di area dalam toko. Aneka jenis kue jualan hancur berseraka dilantai, toples toples kaca pecah, dan sebagian kue gosong menjadi arang.
Selain itu jajaran rak penyimpanan dan bermacam peralatan toko hancur tak tersisa akibat kebakaran.
Baca Juga: Tragis! Kebakaran Rumah di Kayen Tuban Hanguskan 2 Ekor Kambing, Kerugian Capai Rp 100 Juta
Laporan kebakaran diterima oleh dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan Kota Tangerang Selatan sekitar pukul 19.12 WIB.
Mengetahui posisi tokoh berada di area pada pertokoan pasar Ciputat, komandan
Peleton, Narudin menyebutkan bahwa timnya langsung bergerak cepat menerjunkan 40 personal dan delapan unit mobil damkar ke lokasi.
"Karena memang ini kawasan pasar, Jadi kami langsung terjunkan delapan unit," Ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa dampak kebakaran malam saat unit toko kue dengan estimasi tingkat kerusakan mencapai 50 persen.
Petugas berhasil memadamkan api dan waktu sekitar 30 menit. Ia bersyukur toko emas di sebelahnya selamat dari koran api.
"Sebelahnya toko emas, Alhamdulillah tidak kena. Proses pemadaman sekitar 30 menit dan tidak ada kendala," Kata Narudin
Nurudin menduga kebakaran Tersebut dipicu oleh adanya gangguan pada sistem kelistrikan atau korsleting listrik.
Disaat yang sama, sejumlah petugas PLN turun disiagakan di tempat kejadian untuk mengamankan dan mengontrol jalur kelistrikan demi keselamatan keamanan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Pemilik tokoh diperkirakan mengalami kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 65 Juta. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni