Komdigi Umumkan Pemenang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, 538 Desa Bakal Dapat Akses 4G

Ika Nur Jannah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:05 WIB
Menteri komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. ( Instagram/@indonesiago.id)
Menteri komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. ( Instagram/@indonesiago.id)

RADARTUBAN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menetapkan pemenang seleksi pengguna pita radio frekuensi 700 MHz dan 26 GHz. 

Penetapan ini merupakan langkah lanjutan pemerintah dalam memperkuat konektivitas digital dan pemerataan layanan internet di Indonesia.

Pengelolaan spektrum frekuensi ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi, tetapi juga berpotensi menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 29,9 triliun dalam kurun waktu 10 tahun.

Komdigi memproyeksikan penerimaan awal dari hasil seleksi ini mencapai sekitar Rp 6 triliun, sebelum akhirnya menyentuh angka Rp 29,9 triliun dalam jangka panjang. 

Baca Juga: Marak Akun Judi Online Membanjiri Kolom Komentar Instagram, Begini Respons Komdigi

Menteri komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan bahwa lelang frekuensi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

"Komdigi, memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," 

Kementerian komunikasi dan digital resmi menetapkan PT XL smart telecom sejahtera Tbk, PT telekomunikasi seluler (Telkomsel), dan PT Indosat Tbk sebagai pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 Mhz. 

Ketiga operator tersebut Telkomsel, Indosat, dan XL smart juga berhasil memenangkan alokasi pada peta frekuensi 2,6 GHz.

Melalui penambahan spektrum ini, kapasitas jaringan seluler nasional diharapkan makin optimal sehingga masyarakat dapat mengakses layanan internet bergerak yang lebih cepat dan stabil. 

Pita frekuensi 700 Mhz (low-band) dinilai sangat efektif untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke daerah-daerah yang sebelumnya minim akses.

Sementara itu, pita frekuensi 2,6 GHz difokuskan untuk memperbesar kapasitas jaringan sekaligus mempercepat akselerasi dan pengembangan layanan 5G di Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen atas kemenangan seleksi, para operator seluler diwajibkan membangun layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang masih minim atau belum terjangkau sinyal. Wilayah prioritas ini tersebar dari Sumatera hingga Papua. 

Meutya menegaskan bahwa terbukanya akses konektivitas ini akan mempermudah masyarakat dalam menjaga pendidikan, layanan kesehatan, tata kelola pemerintah digital, hingga berbagai peluang ekonomi baru. 

"Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintah digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau," Ujar Meutya.

Baca Juga: Komdigi Temukan 126 Ribu Konten Judi Online Berkedok Siaran Piala Dunia 2026

Tak hanya itu, operator pemenang seleksi juga dibebani target untuk memperluas jangkauan layanan 5G.

Mereka diwajibkan mencakup sekurang-kurangnya 51 persen dari total populasi nasional pada tahun kelima setelah penetapan resmi ini. 

Selain perluasan jangkauan, Komdigi turut membidik peningkatan kualitas jaringan dengan menargetkan kecepatan rata-rata layanan internet bergerak (mobile broadband) secara bertahap hingga menyentuh angka 100 Mbps pada tahun 2029.

Dengan ditetapkannya pemenang seleksi ini, pemerintah berharap pemerataan layanan internet dan percepatan transformasi digital nasional dapat berjalan lebih cepat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
internet nasional komdigi frekuensi 700 Mhz layanan internet