RADARTUBAN - Peta opini publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami perubahan signifikan. Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC)- dilansir dari updatenusantara.com- mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.
Penurunan lebih dari 30 poin persentase itu menjadi salah satu temuan paling mencolok dalam survei terbaru SMRC.
Pada saat yang sama, tingkat ketidakpuasan publik juga meningkat dibandingkan survei sebelumnya, menunjukkan adanya perubahan persepsi yang cukup tajam dalam waktu kurang dari satu tahun.
Baca Juga: Survei Indekstat: Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran Tembus 79,2 Persen
Ekonomi Jadi Penentu Utama Persepsi Publik
SMRC menyebut perubahan tingkat kepuasan tersebut tidak terjadi tanpa alasan.
Lembaga survei itu menilai persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi penilaian terhadap pemerintah.
Selain ekonomi, masyarakat juga memberikan perhatian terhadap dinamika politik nasional dan penegakan hukum.
Tiga aspek tersebut disebut menjadi variabel yang paling banyak memengaruhi perubahan pandangan publik terhadap kinerja Presiden.
Dalam paparannya, SMRC menyatakan bahwa perubahan tersebut berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Di sisi lain, tingkat ketidakpuasan publik juga tercatat meningkat dibandingkan survei sebelumnya.
Sinyal Politik yang Tidak Bisa Diabaikan
Hasil survei ini menjadi alarm politik yang patut dicermati. Tingkat kepuasan publik memang masih berada di atas angka 50 persen, namun tren penurunannya menunjukkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo semakin tinggi, terutama dalam menjawab persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Bagi pemerintah, temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, bagi publik, survei ini menjadi gambaran mengenai perubahan persepsi yang dipengaruhi oleh situasi ekonomi, politik, dan penegakan hukum dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, hasil survei merupakan potret opini responden pada periode pengambilan data dan bukan merupakan prediksi atas dinamika politik maupun tingkat dukungan masyarakat pada masa mendatang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni