RADARTUBAN — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta mengintensifkan sinergi bersama Basarnas pasca-terbakarnya KM Mutiara Sentosa II di perairan Laut Jawa, Minggu (2/8).
Operasi penyelamatan dipusatkan untuk menyelematkan seluruh penumpang dan kru kapal secepat mungkin.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menggarisbawahi bahwa aspek keselamatan jiwa menjadi fokus utama dalam penanganan musibah maritim ini.
"Prioritas paling mendesak saat ini adalah menjamin proses evakuasi seluruh penumpang maupun awak kapal berjalan responsif, selamat, dan terkoordinasi dengan baik," kata Masyhud di Jakarta, Minggu.
Menurut kronologi awal, kebakaran diduga mulai berkobar antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di kawasan perairan utara Sumenep, Jawa Timur.
Baca Juga: Kenapa Bagian Bawah Kapal Berwarna Merah? Ini Penjelasan Ilmiah dan Fungsinya
Informasi darurat diterima Kemenhub sekira pukul 08.30 WIB dan langsung direspons dengan mengutus KN Grantin P.211 milik KPLP serta KN Masalembo dari Distrik Navigasi ke lokasi kecelakaan.
Masyhud menambahkan, kapal Meratus Project 3 sebenarnya menjadi armada pertama yang mendapati posisi KM Mutiara Sentosa II.
Namun, lantaran membawa kargo bermuatan berbahaya, kapal tersebut tidak dapat merapat untuk memindahkan korban, sehingga evakuasi dialihkan ke kapal-kapal niaga lain yang melintas di sekitar titik kejadian.
Update Data Korban: 227 Jiwa Selamat, 5 Korban Jiwa
Di tempat terpisah, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, melaporkan bahwa penyisiran oleh tim SAR gabungan hingga Minggu sore pukul 18.00 WIB telah berhasil mengevakuasi ratusan penumpang.
"Hasil pendataan sementara hingga pukul 18.00 WIB mencatat sebanyak 232 orang berhasil dievakuasi dari lokasi. Dari jumlah tersebut, 227 korban dipastikan selamat dan lima orang ditemukan meninggal dunia," jelas Nanang.
Hingga saat ini, upaya penyisiran dan evakuasi di perairan utara Sumenep masih berlanjut, sementara otoritas terkait masih mendalami penyebab pasti terbakarnya kapal tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni