RADARTUBAN — Angka kematian akibat musibah terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, kembali bertambah. Hingga pembaruan data terbaru, tim SAR mencatat lima penumpang meninggal dunia, sementara 229 orang lainnya berhasil diselamatkan dari kobar api.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyampaikan pembaruan data hasil penyisiran dan evakuasi di lapangan.
“Hingga pembaruan data pukul 05.28 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 234 orang, terdiri dari 229 penumpang selamat dan lima korban meninggal dunia,” ungkap Nanang.
Operasi penyelamatan dilakukan dengan memindahkan penumpang dari KMP Mutiara Sentosa II ke armada pertolongan yang dikerahkan ke lokasi.
Baca Juga: Kenapa Bagian Bawah Kapal Berwarna Merah? Ini Penjelasan Ilmiah dan Fungsinya
“Proses evakuasi ini turut dibantu aksi sigap nelayan lokal dari pesisir Ambunten, Sumenep, yang langsung bergerak menuju lokasi insiden.”
Adapun KMP Mutiara Sentosa II merupakan armada penyeberangan Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang melayani rute perjalanan komersial dari Surabaya menuju Makassar.
Kronologi dan Momen Mencekam di Atas Kapal
Laporan insiden ini kali pertama masuk ke Kantor SAR Surabaya pada Minggu (2/8) pagi dari pihak Syahbandar Tanjung Perak dan manajemen PT ALP.
Informasi awal dari nakhoda menyebutkan bahwa percikan api mulai terlihat di lambung kapal sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kontak dengan nakhoda terputus tak lama setelah pesan darurat tersebut terkirim.
Detik-detik kepanikan para penumpang sempat terekam dalam video amatir yang ramai di media sosial.
“Asap hitam pekat membumbung dan menyelimuti lambung kapal, sementara ratusan penumpang yang panik berkumpul di geladak dengan mengenakan jaket pelampung oranye.”
Sebagian penumpang yang panik bahkan nekat melompat ke laut, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di dek hingga kapal penyelamat tiba.
Nanang selaku SAR Mission Coordinator menjelaskan bahwa kondisi cuaca dengan ketinggian gelombang 1,5 hingga 2 meter serta kecepatan angin 17 knot masih relatif aman untuk mendukung pergerakan kapal-kapal penyelamat di perairan.
Hingga kini, otoritas terkait masih terus melakukan pendataan resmi mengenai manifest penumpang dan menyiapkan tim khusus untuk menginvestigasi pemicu utama kebakaran tersebut.
"Penyebab pasti munculnya titik api belum dapat dipastikan dan akan diproses lebih lanjut oleh tim investigasi berwenang," tegas Nanang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni