Kertas Putih Bikin Merinding, Kepala BGN Sudaryono Bongkar Praktik Minta Uang dan Pemaksaan Supplier

Tulus Widodo • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:29 WIB
Sudaryono menegaskan BGN harus bersih dari praktik minta uang dan pemaksaan supplier. (instagram.com/badangizinasional.ri)
Sudaryono menegaskan BGN harus bersih dari praktik minta uang dan pemaksaan supplier. (instagram.com/badangizinasional.ri)

RADARTUBAN – Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki fase pembenahan internal yang tak lagi bisa dilakukan setengah hati. 

Kepala BGN Sudaryono mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajaran agar menghentikan praktik minta-minta uang, pemerasan hingga tekanan untuk memilih supplier tertentu.

Pesan itu disampaikan Sudaryono dengan nada tegas. Ia bahkan membuka ruang bagi pegawai BGN yang selama ini merasa tertekan atau dipaksa menjalankan perintah atasan yang keliru untuk berani angkat suara.

Baca Juga: Sudaryono Ancam Pecat Kepala SPPG Terlibat Gratifikasi, Korupsi Program Makan Bergizi Tak Diampuni Lagi!

Jangan Lagi Takut Melawan Perintah Salah

Sudaryono meminta pegawai yang mengetahui adanya praktik tersebut untuk melaporkan langsung oknum yang terlibat.

"Bagi siapa saja staf selama ini tertekan dan terpaksa menjalankan perintah atasan yang salah, mulai detik ini hentikan! Saya meminta kalian untuk berani melaporkan oknum-oknum tersebut secara langsung," tegas Sudaryono.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pembenahan BGN tidak hanya menyasar persoalan administratif. 

Ada persoalan kultur kerja yang juga ingin diputus, terutama jika kewenangan atasan digunakan untuk menekan bawahan atau mengarahkan keputusan pengadaan demi kepentingan tertentu.

Identitas Pelapor Dijanjikan Rahasia

Sudaryono juga meminta pegawai tidak ragu menyampaikan nama atasan yang diduga melakukan tekanan maupun meminta uang.

"Tulis siapa saja atasan yang selama ini menekan dan meminta uang pada kalian. Rahasia ini hanya antara kalian dan saya," tandas mantan Wakil Menteri Pertanian itu.

Pernyataan itu menunjukkan upaya membangun saluran pelaporan langsung di tengah kebutuhan BGN menjaga integritas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, pesan tersebut juga membawa konsekuensi besar. Jika benar ada praktik pemaksaan supplier atau permintaan uang di internal, persoalannya bukan sekadar pelanggaran disiplin pegawai. 

Hal itu berpotensi merusak kepercayaan terhadap tata kelola program yang menggunakan anggaran negara.

Baca Juga: BGN Ancam Pidanakan Pelaku Keracunan MBG, Temukan Pelanggaran SOP di Sejumlah Dapur SPPG

BGN Diminta Bersih dari Cara-Cara Kotor

Sudaryono menegaskan dirinya lebih memilih pegawai yang disiplin dan berintegritas daripada mereka yang mencoreng nama institusi.

"Saya jauh lebih mencintai pegawai disiplin dan berintegritas dibandingkan mereka yang merusak nama baik instansi. Kita buka lembaran baru dan tinggalkan cara-cara kotor. Kita pastikan program MBG ini sukses, tepat sasaran, dan bersih dari penyelewengan," kata politisi Partai Gerindra itu.

Ultimatum tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi jajaran BGN. Sebab, keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari seberapa banyak makanan bergizi tersalurkan, tetapi juga dari seberapa bersih uang negara dikelola.

Kini, tantangannya sederhana tetapi berat: berani memutus rantai tekanan dari dalam sebelum praktik-praktik tersebut berubah menjadi budaya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
BGN Sudaryono Supplier Mbg pemerasan