Pertalite Bakal Dibatasi untuk Orang Berpenghasilan Rp 6,5 Juta ke Atas Berdasarkan Desil, Kamu Desil Berapa?

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Pemerintah tengah mengkaji pembatasan Pertalite bagi masyarakat Desil 9 dan 10. (Pinterest)
Pemerintah tengah mengkaji pembatasan Pertalite bagi masyarakat Desil 9 dan 10. (Pinterest)

RADARTUBAN – Pemerintah tengah membahas rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi masyarakat yang tergolong mampu.

Rencana tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam Desil 9 dan Desil 10. Kebijakan ini disebut berpotensi diterapkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah masih mengkaji kesiapan sistem yang dimiliki PT Pertamina untuk mendukung penerapan pembatasan tersebut.

Artinya, masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan tertinggi berpotensi tidak lagi mendapatkan akses Pertalite dengan skema subsidi seperti saat ini.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Antrean Pertalite Semakin Sulit, Dan Kelas Menengah Menjerit

Lantas, Apa Itu Desil 9 dan Desil 10?

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.

Secara sederhana, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok atau desil. Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan kelompok tersebut.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Dengan demikian, Desil 9 dan Desil 10 berada di kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Namun, penentuan desil tidak semata-mata berdasarkan besarnya gaji atau penghasilan bulanan seseorang.

Data kesejahteraan dihitung berdasarkan berbagai indikator sosial dan ekonomi rumah tangga yang digunakan pemerintah dalam basis data sosial ekonomi.

Kamu Masuk Desil Berapa?

Jika kebijakan pembatasan Pertalite benar-benar diterapkan berdasarkan desil, status desil menjadi penting bagi masyarakat.

Gambaran sederhananya:

Karena itu, apabila pembatasan hanya diberlakukan untuk Desil 9 dan 10, masyarakat yang masuk dua kelompok tersebut berpotensi menjadi sasaran kebijakan.

Baca Juga: Konsumen Pertalite Meningkat, Stoknya di SPBU Cepat Habis

Kenapa Pertalite Mau Dibatasi?

Pembatasan tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah agar subsidi BBM lebih tepat sasaran.

Selama ini, BBM bersubsidi seperti Pertalite dapat dibeli oleh masyarakat dalam jumlah besar dan belum sepenuhnya membedakan antara kelompok masyarakat yang membutuhkan subsidi dengan masyarakat yang relatif mampu.

Dengan menggunakan data kesejahteraan, pemerintah berupaya mengarahkan subsidi kepada kelompok masyarakat yang dinilai lebih membutuhkan.

Meski demikian, penerapan kebijakan tersebut membutuhkan kesiapan sistem. Salah satunya adalah memastikan data kesejahteraan masyarakat dapat terhubung dengan sistem pembelian BBM sehingga pembatasan tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

Belum Berlaku Sekarang

Rencana pembatasan Pertalite untuk masyarakat Desil 9 dan 10 belum berarti langsung berlaku saat ini.

Pemerintah masih membahas mekanisme dan kesiapan sistem sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Karena itu, masyarakat perlu menunggu ketentuan resmi mengenai siapa saja yang nantinya dapat membeli Pertalite, bagaimana mekanisme pengecekan desil, serta apakah akan ada pengecualian tertentu.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, status desil masyarakat bisa menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan akses terhadap BBM bersubsidi. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
desil Tuban bps pertalite DTSEN