Prabowo Minta Siswa Kelas 1 SD Belajar Bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, dan Rusia.

Cicik Nur Latifah • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:32 WIB
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya di hadapan anggota Parlemen, di Jakarta, Indonesia, 14 Agustus 2026. (Reuters/Stringer)
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya di hadapan anggota Parlemen, di Jakarta, Indonesia, 14 Agustus 2026. (Reuters/Stringer)

RADARTUBAN — Pemerintah berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini agar sanggup bersaing di kancah internasional.

Presiden Prabowo Subianto mendorong agar pembelajaran bahasa asing dapat diterapkan secara merata mulai dari tingkat kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Rencana strategis tersebut disampaikan Presiden saat membacakan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai belajar bahasa asing," tegas Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik Tiga Kali Lipat, Sistem Bagi Hasil Jadi Sorotan Publik

Daftar 7 Bahasa Utama dan Penguasaan Sains

Dalam pidatonya, Kepala Negara memaparkan tujuh bahasa internasional utama yang dinilai krusial untuk dikuasai oleh para siswa sejak awal jenjang pendidikan dasar.

Tujuh Bahasa Prioritas: Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Spanyol, dan Bahasa Prancis.

Penguatan Bahasa Rusia: Di luar tujuh bahasa tersebut, Presiden secara khusus menyoroti pentingnya Bahasa Rusia mengingat keunggulan negara tersebut di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka kuat di bidang sains dan teknologi," ujar Presiden.

Menurut Prabowo, anak-anak memiliki masa emas (golden age) untuk menyerap bahasa baru secara optimal saat berusia di bawah 11 hingga 12 tahun. Hal inilah yang menjadi alasan utama pemerintah mendorong penguasaan bahasa internasional sejak sekolah dasar.

Buka Peluang Kerja Internasional

Penguasaan bahasa asing dipandang sebagai modal utama untuk memperluas akses pekerjaan di pasar global. Presiden mengungkapkan, dalam pelbagai pertemuan bilateral, beberapa pemimpin negara sahabat menyatakan minat mereka untuk merekrut tenaga kerja asal Indonesia.

Peluang kerja tersebut mencakup berbagai bidang jasa dan pelayanan, di antaranya:

1. Sektor pariwisata dan perhotelan
2. Layanan kesehatan dan keperawatan
3. Tenaga pengasuh (caregiver)

Masyarakat internasional mengenali pekerja Indonesia sebagai pribadi yang ramah, sopan, serta pekerja keras.

Presiden meyakini, jika keunggulan karakter tersebut dipadukan dengan kemahiran berbahasa asing, tenaga kerja Indonesia akan makin kompetitif di kancah global sekaligus memberi dorongan positif bagi perekonomian nasional.

"Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik, agar mereka nanti termasuk kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun," pungkas Prabowo. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
pelajar parlemen prabowo senayan