Sosok Susanah, Pengupas Bawang Bergaji Rp 700 Ribu per Kilogram yang Bikin Publik Heboh

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:44 WIB
Susanah pengupas bawang yang viral di media sosial. (Tangkapan layar youtube tv parlemen)
Susanah pengupas bawang yang viral di media sosial. (Tangkapan layar youtube tv parlemen)

RADARTUBAN – Nama Susanah mendadak menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebut perempuan asal Kabupaten Bogor tersebut sebagai pekerja yang mendapat upah Rp 700 ribu per kilogram dari pekerjaan mengupas bawang.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8).

Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah kepada peserta sidang sebagai seorang buruh harian.

"Hari ini hadir bersama kita ibu Susanah, dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700 ribu per kilogram," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan luas di media sosial. Angka Rp 700 ribu per kilogram dinilai tidak biasa dan memunculkan banyak pertanyaan dari publik.

Baca Juga: Harga Bawang Putih di Tuban Tembus Rp 40 Ribu, Kenaikan BBM Mulai Tekan Harga Pangan

Sorotan semakin besar setelah warganet mencoba mencari informasi mengenai sosok Susanah. 

Salah satu informasi yang ditemukan mengarah pada artikel yang pernah dimuat di situs Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Namun, informasi dalam artikel tersebut justru memunculkan fakta yang berbeda dari pernyataan yang disampaikan dalam pidato presiden.

Susanah Disebut Penjahit Kain Majun

Dalam artikel yang ditemukan publik, Susanah disebut sebagai warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia diceritakan hidup bersama suaminya, Didin, dan tiga anak. Anak pertama disebut telah menyelesaikan pendidikan SMA, anak kedua masih duduk di bangku SMP, sedangkan anak ketiga berada di jenjang sekolah dasar.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun.

Kain majun merupakan kain perca atau sisa limbah konveksi yang kemudian dijahit menjadi lap pembersih. Susanah disebut bekerja mulai sekitar pukul 07.00 WIB hingga siang.

Namun, nominal upah yang tercantum dalam artikel tersebut bukan Rp700 ribu per kilogram.

Susanah disebut menerima bayaran Rp 700 per kilogram kain majun yang dijahit. Dalam sehari, ia mampu menyelesaikan sekitar 20 kilogram.

Baca Juga: Presiden Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik Tiga Kali Lipat, Sistem Bagi Hasil Jadi Sorotan Publik

Dengan demikian, terdapat perbedaan mencolok antara informasi tersebut dengan pernyataan dalam pidato presiden yang menyebut angka Rp 700 ribu per kilogram.

Susanah Juga Bekerja di SPPG

Pekerjaan Susanah tidak hanya sebagai penjahit kain majun.

Ia juga disebut bekerja sebagai karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tugasnya antara lain mencuci ompreng dan berbagai peralatan memasak.

Kondisi ekonomi keluarganya juga membuat Susanah tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara itu, sang suami, Didin, bekerja sebagai kuli bangunan.

Keluarga tersebut juga pernah menerima bantuan melalui Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Di tengah kondisi tersebut, Susanah disebut memiliki keinginan untuk membangun usaha sendiri agar dapat meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya.

"Kalau ekonomi membaik yang penginnya punya usaha sendiri, gak dari orang. Kan ini semua punya bos ya, sampai ke mesin-mesin, ke peralatan guntung saja punya bos," ujar Susanah dalam artikel tersebut.

Baca Juga: Utang Pemerintah Era Presiden Prabowo Melonjak Rp 1.819 Triliun, Purbaya Ungkap Kondisi Fiskal Indonesia

Artikel yang Memuat Profil Susanah Disebut Tak Lagi Bisa Diakses

Persoalan kemudian berkembang setelah warganet menemukan artikel yang memuat profil Susanah tersebut.

Dalam artikel yang ditemukan, tidak terdapat keterangan bahwa Susanah merupakan pengupas bawang dengan bayaran Rp700 ribu per kilogram.

Informasi yang tersedia justru menggambarkan Susanah sebagai penjahit kain majun sekaligus pekerja di SPPG.

Di tengah ramainya perbincangan, tautan artikel tersebut kemudian disebut tidak lagi dapat diakses lagi. 

Perubahan tersebut semakin memancing rasa penasaran publik. Namun, hilangnya artikel dari akses publik belum dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan dengan pernyataan Presiden Prabowo ataupun menjadi bukti bahwa informasi dalam pidato tersebut keliru.

Pernyataan Rp 700 Ribu Jadi Sorotan

Polemik utama berada pada nominal yang disebut dalam pidato Presiden Prabowo.

Publik mempertanyakan bagaimana angka Rp 700 ribu per kilogram dapat muncul dalam konteks pekerjaan mengupas bawang.

Perbandingan dengan harga bawang kupas yang beredar di pasaran turut membuat angka tersebut semakin ramai diperbincangkan.

Sebagian warganet kemudian menduga terdapat kemungkinan kesalahan penyebutan nominal, terutama karena profil Susanah yang ditemukan dalam artikel pemerintah justru mencantumkan pekerjaan dan upah yang berbeda.

Namun, hingga informasi ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi yang secara rinci menerangkan asal-usul angka Rp 700 ribu per kilogram, apakah terdapat kekeliruan penyebutan, atau apakah pekerjaan Susanah sebagai pengupas bawang merupakan pekerjaan lain yang belum tercantum dalam artikel profil tersebut.

Karena itu, perbedaan informasi mengenai Susanah, pekerjaan mengupas bawang, serta upah Rp 700 ribu per kilogram masih menjadi pertanyaan yang menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
susanah pengupas bawang Rp 700 ribu SPPG presiden prabowo subianto