RADARTUBAN- Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai buruh pengupas bawang dengan upah Rp 700 Ribu per kilogram menuai perhatian publik.
Pemerintah kini memastikan informasi tersebut akan diperiksa untuk memastikan data yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap detail informasi yang disampaikan Prabowo.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo ketika memberikan respons terkait polemik upah pengupas bawang yang ramai dibicarakan masyarakat.
“Nanti kita cek ya, kalau kemarin, detailnya kita cek,” ujar Prasetyo.
Baca Juga: Sosok Susanah, Pengupas Bawang Bergaji Rp 700 Ribu per Kilogram yang Bikin Publik Heboh
Prabowo Sebut Pengupas Bawang Dapat Rp 700 Ribu per Kg
Sebelumnya, angka Rp 700 ribu per kilogram disebut Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memperkenalkan seorang perempuan bernama Susanah yang disebut berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai buruh harian yang bekerja mengupas bawang. Ia juga menyebut Susanah merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700 Ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan program sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” kata Prabowo.
Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Besarnya nominal yang disebut sebagai upah mengupas bawang menjadi perhatian karena dinilai tidak lazim dibandingkan bayaran pekerjaan serupa yang selama ini diketahui masyarakat. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : kompas.com