Susanah Disebut Digaji Rp 700 Ribu per Kg, Keluarga Ungkap Pekerjaan Sebenarnya

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 14:44 WIB
Susanah pengupas bawang yang viral di media sosial. (Tangkapan layar youtube tv parlemen)
Susanah pengupas bawang yang viral di media sosial. (Tangkapan layar youtube tv parlemen)

RADARTUBAN – Nama Susanah masih menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutnya sebagai buruh harian pengupas bawang asal Bogor yang memperoleh upah Rp 700 Ribu per kilogram.

Pernyataan tersebut kini mendapat bantahan dari pihak keluarga.

Wina, kakak ipar Susanah, menegaskan bahwa angka dan jenis pekerjaan yang disebut dalam pidato Prabowo tidak sesuai dengan kondisi Susanah.

Menurut Wina, Susanah memang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Bojong, Kabupaten Bogor, yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pekerjaan utamanya bukan sebagai pengupas bawang.

Baca Juga: Sosok Susanah, Pengupas Bawang Bergaji Rp 700 Ribu per Kilogram yang Bikin Publik Heboh

Susanah sehari-hari justru bekerja sebagai penjahit kain majun atau kain perca yang kemudian diolah menjadi lap pembersih.

“Itu tidak benar. Ibu Susanah itu bekerja di MBG, dan juga penjahit kain majun dengan harga 700 perak per kilo. Itu tidak benar kalau dia pengupas bawang dengan harga 700 ribu per kilo,” kata Wina dikutip dari tribunnews, Minggu (16/8).

Wina menjelaskan, Susanah bekerja di SPPG kawasan Bojong sekitar tujuh bulan. Sementara pekerjaan menjahit kain majun menjadi mata pencaharian utamanya.

Upah Sebenarnya Rp 700 per Kilogram

Keterangan keluarga tersebut sejalan dengan informasi mengenai kehidupan Susanah yang sebelumnya dimuat melalui kanal pemerintah.

Susanah diketahui memperoleh bayaran Rp 700 per kilogram dari pekerjaan menjahit kain majun, bukan Rp 700 Ribu per kilogram seperti yang disebut dalam pidato Presiden.

Dalam sehari, Susanah biasanya mampu menyelesaikan sekitar 20 kilogram kain majun. Dengan tarif tersebut, pendapatan dari pekerjaan itu sekitar Rp 14 Ribu per hari.

Pada kondisi tertentu, terutama ketika pekerjaan sedang banyak, jumlah kain yang dijahit dapat mencapai lebih tinggi.

“Jam 7 (pagi) menjahit sampai siang,” kata Susanah dalam wawancara yang sebelumnya dipublikasikan melalui kanal pemerintah.

Setelah menyelesaikan pekerjaan menjahit, Susanah kemudian berangkat ke SPPG sekitar pukul 13.00 WIB.

Di sana, ia bekerja mencuci ompreng dan peralatan yang digunakan dalam penyediaan makanan program MBG.

Baca Juga: Rp700 Ribu per Kg untuk Kupas Bawang Jadi Sorotan, Mensesneg Akhirnya Buka Suara

Susanah Tinggal di Rumah Sederhana

Susanah diketahui tinggal di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, bersama keluarganya.

Kondisi rumah yang ditempatinya juga tergolong sederhana. Sebagian dinding rumah belum dicat dan masih berupa batako. Sejumlah kain perca serta mesin jahit terlihat berada di sekitar bagian depan dan dalam rumah.

Susanah hidup bersama suaminya, Didim, dan tiga anak.

Wina menyebut suami Susanah bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak selalu tetap.

“Suami buruh bangunan, anaknya tiga, satu baru lulus, dan dua masih sekolah,” ujar Wina.

Kondisi ekonomi keluarga membuat Susanah harus menjalani lebih dari satu pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Susanah Disebut Diundang ke Jakarta

Di tengah ramainya pemberitaan mengenai dirinya, Susanah ternyata telah berada di Jakarta sejak Rabu (12/8/2026).

Wina mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai undangan tersebut. Yang ia ketahui, Susanah bersama suaminya mendapat undangan untuk menghadiri kegiatan di Istana.

“Kalau masalah diundang, saya kurang tahu. Saya tahunya, dia diundang ke Istana,” tuturnya.

Susanah disebut berangkat pada Rabu sore dan dijemput oleh pihak yang berkepentingan. Berbagai kebutuhan selama berada di Jakarta juga telah disiapkan panitia.

“Kebaya disiapkan di sana, fasilitas disiapkan di sana, tidak boleh pakai biaya pribadi,” kata Wina.

Menurut Wina, Susanah bukan merasa bangga karena mendadak menjadi sorotan publik. Sebaliknya, situasi tersebut justru membuatnya bingung dan terkejut.

“Kalau masalah ngetop, saya rasa pikiran dia pasti bingung dan kaget,” ujarnya.

Berawal dari Pidato Prabowo

Nama Susanah mencuat setelah disebut Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Saat itu, Prabowo memperkenalkan Susanah kepada para anggota parlemen sebagai buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor.

Presiden juga menyebut Susanah sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp 700 Ribu per kilogram,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian viral di media sosial karena nominal Rp 700 Ribu per kilogram dinilai sangat besar.

Belakangan, pemerintah menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap detail informasi tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan pemerintah akan memastikan kembali data yang disampaikan Presiden.

Pendidikan Anak Tetap Jadi Prioritas

Di balik polemik tersebut, Susanah merupakan ibu tiga anak yang berusaha mempertahankan ekonomi keluarganya di tengah keterbatasan.

Anak pertamanya telah menyelesaikan pendidikan SMA, sedangkan dua anak lainnya masih bersekolah di tingkat SMP dan SD.

Susanah mengaku tidak ingin anak-anaknya mengalami pengalaman pendidikan seperti dirinya yang hanya menyelesaikan sekolah sampai jenjang SD.

Keluarga tersebut juga tercatat sebagai penerima sejumlah bantuan sosial, termasuk PKH dan bantuan pangan, sementara anak-anak Susanah mendapat manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

Penghasilan suaminya sebagai buruh bangunan juga tidak selalu tersedia. Dalam kondisi tertentu, Didim bahkan bisa tidak memperoleh pekerjaan selama beberapa pekan.

Karena itu, Susanah menjalani beberapa pekerjaan sekaligus. Ia berharap kondisi ekonomi keluarganya suatu saat membaik sehingga bisa memiliki usaha sendiri.

“Kalau ekonomi membaik ya penginnya punya usaha sendiri, enggak dari orang. Kan ini semua punya bos ya, sampai ke mesin-mesin, ke peralatan gunting saja punya bos,” ungkap Susanah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
susanah pengupas bawang Rp 700 ribu SPPG Mbg