Rp 700 Ribu per Kg Pengupas Bawang Jadi Sorotan, Begini Respons Istana dan Pedagang

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Istana meminta publik tidak terpaku pada pernyataan upah pengupas bawang Rp700 ribu per kilogram.
Istana meminta publik tidak terpaku pada pernyataan upah pengupas bawang Rp700 ribu per kilogram.

RADARTUBAN – Polemik mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal upah buruh pengupas bawang sebesar Rp 700 Ribu per kilogram masih menjadi perbincangan. 

Istana kini meminta masyarakat tidak hanya terpaku pada satu bagian pernyataan tersebut, tetapi melihat pesan utama yang disampaikan Presiden.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengatakan masyarakat sebaiknya memahami gagasan besar yang terdapat dalam pidato Prabowo, ketimbang memperpanjang pembahasan hanya pada satu atau dua kalimat yang kemudian ramai di media sosial.

Hal itu disampaikan Hasan saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (17/8).

“Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus apa? Belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu,” ujar Hasan dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga: Sosok Susanah, Pengupas Bawang Bergaji Rp 700 Ribu per Kilogram yang Bikin Publik Heboh

Menurut Hasan, pernyataan yang menjadi viral sebaiknya tidak membuat publik kehilangan konteks mengenai keseluruhan isi pidato Presiden.

Ia pun mengajak masyarakat melihat gagasan dan pesan utama yang ingin disampaikan Prabowo dalam pidatonya.

“Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato presiden. Sebaiknya seperti itu,” imbuhnya.

Pernyataan Upah Pengupas Bawang Jadi Sorotan

Polemik bermula ketika Prabowo menyebut seorang perempuan bernama Susanah dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta.

Saat itu, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai buruh harian asal Kabupaten Bogor yang bekerja mengupas bawang dengan upah Rp 700 Ribu per kilogram.

Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Besarnya nominal yang disebut Presiden menjadi bahan perbincangan karena berbeda jauh dengan bayaran yang biasa diterima pekerja pengupas bawang.

Pemerintah sendiri sebelumnya menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap detail informasi tersebut.

Pedagang di Makassar Ikut Angkat Bicara

Polemik itu juga menarik perhatian pekerja yang pernah menjalani pekerjaan serupa.

Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku tertarik jika benar ada pekerjaan mengupas bawang dengan bayaran Rp 700 Ribu untuk setiap kilogram.

Bukan tanpa alasan. Nurliah mengaku pernah menjalani pekerjaan mengupas bawang sebagai pekerjaan tambahan di sela aktivitasnya berdagang.

“Di mana? Kalau ada, saya juga mau,” kata Nurliah saat ditemui di Pasar Pa'baeng-baeng, Minggu (16/8).

Baca Juga: Susanah Disebut Digaji Rp 700 Ribu per Kg, Keluarga Ungkap Pekerjaan Sebenarnya

Menurut pengalamannya, bayaran yang diterima jauh lebih rendah dari angka yang disebut dalam pidato Prabowo.

Nurliah mengatakan pernah mendapatkan Rp100 Ribu untuk mengupas 25 kilogram bawang.

Jika dihitung berdasarkan jumlah tersebut, upahnya sekitar Rp 4 Ribu per kilogram, bukan Rp 700 Ribu per kilogram.

“Waktu saya dulu makkupas, Rp 100 Ribu untuk 25 kilogram. Jadi kalau satu kilogram berarti Rp2.500,” kata Nurliah.

Istana Soroti Substansi Pidato

Pernyataan Hasan Nasbi menambah perkembangan baru dalam polemik yang telah bergulir beberapa hari terakhir.

Di tengah ramainya perdebatan mengenai angka upah tersebut, Istana memilih menekankan agar publik tidak kehilangan pesan utama dari pidato Presiden.

Sementara itu, persoalan mengenai angka Rp 700 Ribu per kilogram masih menjadi perhatian publik dan menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai konteks serta data yang melatarbelakangi pernyataan tersebut. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
pengupas bawang Rp 700 ribu hasan nasbi istana Presiden Prabowo