Pesan Bupati Tuban Mas Lindra di Upacara Peringatan HUT ke-81 RI: Ajak Masyarakat Maknai Kemerdekaan dengan Semangat Kepedulian

Ahmad Atho'illah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Bupati Aditya Halindra Faridzky secara simbolis menyerahkan bantuan untuk korban bencana NTT kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, kemarin (17/8). (Radar Tuban)
Bupati Aditya Halindra Faridzky secara simbolis menyerahkan bantuan untuk korban bencana NTT kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, kemarin (17/8). (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Bencana gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) di tengah peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan yang dirumuskan founding fathers: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bahwa yang lebih penting dari perayaan hari kemerdekaan adalah perasaan senasib sepenanggungan atas musibah yang dialami masyarakat NTT.

Pesan itulah yang dimaklumatkan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky saat bertugas sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Tuban, kemarin (17/8).

Di hadapan seluruh peserta upacara dan tamu undangan, Mas Lindra—sapaan akrab bupati—mengajak kepada seluruh masyarakat Tuban untuk menegaskan kembali makna kemerdekaan.

Baca Juga: Bupati Tuban Mas Lindra Batalkan Pesta Kemerdekaan Tuban demi Solidaritas Bencana NTT: Ini Wujud Nyata Dari Kemerdekaan

Terlebih, di tengah musibah gempa bumi yang dialami masyarakat NTT. Dalam kesempatan tersebut, Mas Lindra menekankan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan bukan sekadar perayaan atau agenda rutin tahunan, melainkan momentum untuk memupuk semangat nasionalisme, solidaritas, dan persatuan antarsesama anak bangsa.

“Mari kita maknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan ini dengan rasa syukur sekaligus mendoakan bangsa Indonesia, khususnya kepada saudara kita yang sedang dilanda bencana,’’ tuturnya.

Mas Lindra mengatakan, pijakan semangat nasionalisme bangsa Indonesia adalah budaya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

‘’Untuk itu, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama harus terus dipupuk sebagai kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, bupati dua periode itu mengatakan, salah satu bentuk keprihatinan dan kepedulian atas bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di NTT, adalah dengan tidak menggelar perayaan kemerdekaan secara berlebih.

‘’Sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada warga yang mengalami bencana, Pemkab Tuban membatalkan acara Pesta Kemerdekaan,’’ tuturnya sekaligus mengajak masyarakat Tuban untuk melakukan hal yang sama: merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Tuban, kemarin (17/8). (Radar Tuban)
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Tuban, kemarin (17/8). (Radar Tuban)

‘’Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang mengalami bencana agar diberikan kesabaran dan kekuatan untuk pulih.”

Dalam konteks pemerintahan di Kabupaten Tuban, Mas Lindra menegaskan bahwa makna kemerdekaan adalah pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik yang bisa diakses dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Tuban.

Untuk itu, bupati muda kelahiran 1992 ini mengajak kepada semua pejabat di setiap instansi pemerintah untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan publik.

‘’Peringatan HUT Kemerdekaan ini harus menjadi penguat komitmen kita bersama untuk membangun Kabupaten Tuban yang lebih sejahtera,’’ tandasnya. (tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Bupati Tuban ntt Mas Lindra hut kemerdekaan