RADARTUBAN - Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Ritel sebagai instrumen pembayaran kredit terbaru yang seluruh pemrosesan transaksinya dilakukan secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.
Peluncuran perdana instrumen keuangan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/).
Baca Juga: Purbaya Siapkan Rp 400 Triliun Masuk ke Perbankan, Likuiditas Bank dan Kredit Bakal Diperkuat
Langkah strategis ini diambil guna menghadirkan instrumen pembayaran tunda (deferred payment) berbasis lokal yang tidak hanya cepat, mudah, dan terjangkau, tetapi juga menjamin keamanan serta keandalan transaksi masyarakat.
Pada tahap awal pengembangannya, KKI Segmen Ritel dirancang secara khusus agar terintegrasi penuh sebagai sumber dana untuk berbagai metode pembayaran QRIS.
Konsumen dapat langsung memanfaatkan fasilitas kredit KKI untuk memenuhi belanja kebutuhan sehari-hari di seluruh merchant yang menerima QRIS di Indonesia.
Proses penggunaannya sangat praktis, di mana pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran, memilih fitur QRIS, baik melalui pemindaian Merchant Presented Mode (MPM), Customer Presented Mode (CPM), maupun metode QRIS Tap (nirsentuh) lalu mengarahkan sumber dana ke KKI Ritel.
Selain memenuhi kebutuhan belanja di dalam negeri, KKI Segmen Ritel juga sudah dapat digunakan untuk transaksi luar negeri melalui skema QRIS Cross Border di negara-negara mitra yang telah bekerja sama.
Seluruh operasional transaksi QRIS berbasis KKI ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku saat ini, termasuk batasan nilai transaksi maksimum sebesar Rp10 juta per transaksi
Sebagai langkah awal penerbitan, sebanyak delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) utama di Indonesia telah ditunjuk dan siap melayani penerbitan KKI Segmen Ritel untuk masyarakat luas.
Delapan bank penerbit tersebut meliputi Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Hadirnya KKI Segmen Ritel diharapkan mampu memperkuat kemandirian sistem pembayaran nasional sekaligus memperluas inklusi keuangan digital di tanah air.
Dengan pemrosesan transaksi yang sepenuhnya berlangsung di dalam negeri, efisiensi biaya transaksi dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga memberikan dampak positif bagi ekosistem keuangan nasional maupun para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari