RADARTUBAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan. Dalam beberapa hari terakhir, asap pekat akibat kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat hingga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah kota.
Kondisi paling mengkhawatirkan dilaporkan terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sementara itu, kabut asap juga menyelimuti Palangka Raya dan sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, serta Pontianak di Kalimantan Barat.
Berikut sejumlah daerah di Kalimantan yang terdampak karhutla dalam beberapa hari terakhir.
1. Banjarbaru Diselimuti Asap Pekat
Kabut asap akibat karhutla membuat kualitas udara di Banjarbaru berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Pada Rabu (19/8) pagi, kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori berbahaya atau sangat tidak sehat.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Nipah Mall Makassar, Api Muncul Jelang Pusat Perbelanjaan Tutup
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut telah melewati ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik untuk kategori tersebut.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni maksimal 2,5 mikrometer. Konsentrasi yang semakin tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan.
Warga Liang Anggang, Banjarbaru, Windy, mengatakan karhutla sebenarnya telah berlangsung selama beberapa pekan. Namun, kondisi asap semakin parah dalam beberapa hari terakhir.
Asap bahkan disebut masuk ke dalam rumah warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut juga mengganggu pengendara karena jarak pandang menjadi sangat terbatas.
Menurut Windy, jarak pandang di sejumlah lokasi bahkan hanya sekitar tiga meter.
Hingga Rabu sore, masih ditemukan lahan yang terbakar di beberapa titik di pinggir jalan.
Pemerintah daerah kemudian mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap. Salah satunya dengan menyesuaikan waktu masuk sekolah.
Mulai Kamis (20/8), sekolah di Banjarbaru yang terdampak kabut asap dapat memulai pembelajaran pada pukul 09.00 WITA. Sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi asap lebih parah diminta menyesuaikan situasi.
2. Palangka Raya Catat Ratusan Hektare Lahan Terbakar
Karhutla juga terjadi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah kawasan kota sejak Selasa (18/8).
Asap tampak di beberapa ruas jalan, termasuk kawasan Jalan Tingang hingga Kecamatan Jekan Raya.
Baca Juga: 3 Bulan Pasca-Kebakaran Pasar Baru Tuban: APAR Masih Minim, Pipa Hidran Belum Ada Pompanya
Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi jarak pandang, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga.
BPBD Kota Palangka Raya mencatat ratusan kejadian karhutla sepanjang periode Juni hingga 19 Agustus 2026.
Total terdapat 298 kejadian karhutla dengan luas lahan yang terbakar mencapai 261,41 hektare.
Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, disusul Kecamatan Sabangau.
3. Kotawaringin Barat Hadapi Ratusan Titik Panas
Ancaman karhutla juga terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Peningkatan titik panas membuat pemerintah daerah harus meningkatkan penanganan di sejumlah lokasi.
Data BPBD setempat mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 859,49 hektare. Selain itu, terdapat 189 kejadian karhutla dan 461 titik panas.
Kecamatan Kumai menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling luas. Tercatat sekitar 584,41 hektare lahan terbakar di wilayah tersebut.
Baca Juga: Resmi Pindah ke Kalimantan Tengah, Adhyaksa FC Siap Isi Kekosongan Sepak Bola Kalteng
Sementara Kecamatan Arut Selatan mencatat sekitar 180,475 hektare lahan terdampak karhutla.
Penanganan diprioritaskan pada titik kebakaran yang mulai mendekati kawasan permukiman. Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah api meluas dan membahayakan warga.
4. Kualitas Udara Pontianak Ikut Memburuk
Kondisi kabut asap juga dirasakan masyarakat Pontianak, Kalimantan Barat. Pada Kamis (20/8) pagi, kualitas udara di kota tersebut masuk kategori tidak sehat.
Data pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.56 WIB menunjukkan indeks kualitas udara Pontianak berada di angka 191.
Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 112 mikrogram per meter kubik, atau sekitar 22,4 kali standar udara yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kabut asap di Pontianak tidak hanya berasal dari titik api di dalam kota. Kebakaran di sejumlah wilayah sekitar seperti Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak turut berpotensi memengaruhi kondisi udara.
Pemerintah Kota Pontianak sebelumnya juga telah menetapkan status darurat karhutla. Kebijakan tersebut diambil untuk memperkuat koordinasi dalam pencegahan kebakaran sekaligus menangani dampaknya terhadap masyarakat.
Di Kalimantan Barat sendiri terpantau ribuan titik panas. Sebagian titik berada pada tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : cnnindonesia.com