Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Asap Mulai Menyeberang ke Negara Tetangga

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:04 WIB
Karhutla di Kalimantan berdampak hingga singapura. (instagram.com)
Karhutla di Kalimantan berdampak hingga singapura. (instagram.com)k

RADARTUBAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan masih menjadi perhatian. Aktivitas titik panas terpantau cukup tinggi, sementara dampak kabut asap mulai dirasakan hingga wilayah negara tetangga.

Berdasarkan pemantauan satelit pada Rabu (19/8), terdapat 441 titik panas di Kalimantan Barat dan 315 titik panas di Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla terus dilakukan. Pemerintah juga meningkatkan upaya pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Nipah Mall Makassar, Api Muncul Jelang Pusat Perbelanjaan Tutup

Lahan Terbakar Capai 859,49 Hektare

Data terbaru mencatat luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai 859,49 hektare.

Besarnya aktivitas kebakaran membuat pemerintah harus mengerahkan sumber daya tambahan, termasuk armada helikopter untuk melakukan water bombing di sejumlah titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemadaman dilakukan secara berkelanjutan dengan tujuan menekan penyebaran api sekaligus mengantisipasi memburuknya kualitas udara.

Kondisi cuaca yang cenderung kering juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai karena dapat membuat api lebih mudah menyebar.

Kabut Asap Mulai Berdampak ke Malaysia

Dampak karhutla Kalimantan tidak hanya dirasakan masyarakat di dalam negeri. Asap juga dilaporkan mulai memengaruhi wilayah negara tetangga, salah satunya Malaysia.

Wilayah Tebedu, Sarawak, disebut mengalami dampak polusi akibat kabut asap. Kondisi tersebut bahkan membuat enam sekolah di Sarawak harus menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar.

Situasi ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas melewati batas wilayah Indonesia, terutama ketika kondisi angin membawa partikel asap menuju negara tetangga.

Singapura Waspadai Potensi Kabut Asap

Singapura juga ikut memantau perkembangan karhutla di Kalimantan.

National Environment Agency (NEA) Singapura memperkirakan kondisi cuaca kering masih dapat berlangsung dalam beberapa hari.

Arah angin dari tenggara maupun barat daya berpotensi membawa asap menuju wilayah Singapura apabila kebakaran di Kalimantan semakin intensif.

"Kondisi kering diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Dengan adanya angin yang bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura berpotensi mengalami kabut asap jika kebakaran tersebut semakin intensif," demikian pernyataan NEA yang dikutip dari Detik Kalimantan.

Potensi tersebut membuat perkembangan karhutla di Kalimantan menjadi perhatian tidak hanya bagi pemerintah Indonesia, tetapi juga negara-negara di kawasan.

Pemadaman Terus Dikebut

Pemerintah masih berupaya mengendalikan kebakaran dengan menambah kekuatan di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan helikopter untuk menjalankan operasi water bombing.

Upaya tersebut ditujukan untuk menjangkau titik kebakaran sekaligus mempercepat proses pemadaman.

Penanganan karhutla menjadi penting mengingat dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lahan. Asap yang dihasilkan juga dapat menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Dengan masih tingginya jumlah titik panas, kewaspadaan terhadap karhutla Kalimantan dan kabut asap perlu terus ditingkatkan.

Kondisi cuaca dan arah angin dalam beberapa hari ke depan akan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa luas dampak kebakaran yang terjadi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
karhutla kebakaran singapura kalimantan Malaysia