Meski sejumlah negara telah menawarkan bantuan, pemerintah Indonesia masih memilih mengandalkan kapasitas nasional untuk menangani dampak bencana.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut penanganan saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di dalam negeri.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah belum membuka kebutuhan bantuan internasional untuk penanganan gempa NTT.
“Saat ini fokus penanganan adalah untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat dipenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang dimiliki,” ujar Yvonne.
Meski belum meminta bantuan asing, pemerintah Indonesia tetap mengapresiasi perhatian yang diberikan negara-negara sahabat.
Sejumlah negara telah menyampaikan kesiapan untuk membantu Indonesia dalam menangani dampak gempa maupun proses pemulihan di wilayah terdampak.
Menteri Luar Negeri Sugiono disebut telah menyampaikan apresiasi kepada sejumlah duta besar negara sahabat yang menunjukkan kepedulian terhadap kondisi di NTT.
Yvonne menilai perhatian tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia di tengah situasi bencana.
“Kami menilai hal tersebut amat bermakna bagi kami pada masa yang sulit ini,” katanya.
Salah satu negara yang menyatakan siap membantu adalah China.
China Siap Bantu Penanganan Gempa NTTPemerintah China menyampaikan kesediaannya memberikan bantuan kepada Indonesia sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan bencana NTT.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyampaikan tawaran tersebut dalam konferensi pers di Beijing, Senin (17/8).
China, kata Lin, terus mengikuti perkembangan penanganan gempa yang melanda NTT.
“China bersedia memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Indonesia,” ujar Lin Jian.
Selain menawarkan bantuan, China juga mengonfirmasi adanya sejumlah warga negara mereka yang mengalami luka akibat gempa tersebut.
Baca Juga: BRI Turun Langsung Bantu Korban Gempa NTT, Bangun 3 Posko Logistik dan Dapur Umum
Tawaran bantuan dari Beijing berpotensi dibicarakan dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Keduanya dijadwalkan mengikuti Dialog Komprehensif Strategis Indonesia-China pada Jumat (21/8).
Namun, Kemlu RI belum memastikan apakah isu bantuan bencana NTT akan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Logistik Ratusan Ton Terus DikirimDi tengah keputusan pemerintah untuk memaksimalkan sumber daya nasional, distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak terus dilakukan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 398 ton logistik telah dikirim ke wilayah terdampak selama periode 15 hingga 18 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan sebagian bantuan tersebut dikirim menggunakan jalur udara.
Total logistik yang diangkut melalui jalur udara mencapai 165 ton.
Data tersebut merupakan catatan pengiriman hingga Selasa (18/8) pukul 18.00 WIB.
Korban Gempa NTT Capai 71 OrangGempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026.
BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Hingga laporan terakhir, total korban tewas mencapai 71 orang setelah satu korban tambahan ditemukan pada Rabu (19/8).
Pemerintah bersama unsur terkait masih melakukan penanganan di wilayah terdampak, termasuk pendistribusian kebutuhan dasar dan bantuan logistik bagi masyarakat.
Sementara itu, pemerintah masih mengevaluasi kebutuhan di lapangan sebelum menentukan apakah bantuan dari negara lain diperlukan.
Untuk saat ini, Indonesia masih mengutamakan penanganan gempa NTT dengan kekuatan dan sumber daya nasional, meski tawaran bantuan dari sejumlah negara telah diterima. (*)