Kampung Madras, Little India di Medan yang Punya Sejarah Panjang dan Simbol Toleransi

Nadia Aulia • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:36 WIB
Suasana Kampung Madras dengan Kuil Sri Mariamman, salah satu ikon kawasan Little India.(Tangkapan Layar Youtube INVOIC INDONESIA)
Suasana Kampung Madras dengan Kuil Sri Mariamman, salah satu ikon kawasan Little India.(Tangkapan Layar Youtube INVOIC INDONESIA)

RADARTUBAN - Kampung Madras menjadi salah satu kawasan di Kota Medan yang menawarkan pengalaman wisata dengan perpaduan sejarah, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat multietnis.

Kawasan seluas sekitar 10 hektare ini dikenal sebagai Little India karena kuatnya jejak budaya India Selatan yang berpadu dengan budaya lokal.

Sejarah Kampung Madras bermula pada abad ke-19, ketika pemerintah kolonial Belanda mendatangkan pekerja dari India Selatan, khususnya wilayah Madras atau yang kini dikenal sebagai Chennai, untuk bekerja di perkebunan tembakau Deli.

Para pendatang kemudian menetap dan membentuk komunitas yang berkembang di kawasan tersebut.

Kawasan ini sebelumnya dikenal dengan nama Kampung Keling. Seiring waktu, penyebutannya berubah menjadi Kampung Madras, yang merujuk pada asal-usul sebagian besar masyarakat keturunan India di kawasan ini. Dan hidup berdampingan dengan etnis Tionghoa, Melayu, dan Batak.

Baca Juga: Mengapa Negara Berpenduduk Besar Seperti Indonesia, Tiongkok, dan India Sulit Tembus Piala Dunia?

Salah satu ikon Kampung Madras adalah Kuil Sri Mariamman yang dibangun pada 1881. 

Kuil Hindu tertua di Medan yang memiliki arsitektur khas India Selatan dengan gopuram, yakni menara gerbang yang dihiasi berbagai ornamen dan patung dewa-dewi.

Tak jauh dari itu, terdapat Kuil Subramaniam dan Masjid Ghaudiyah yang menjadi tempat ibadah umat Muslim keturunan India.

Keberadaan berbagai rumah ibadah dalam satu kawasan memperlihatkan kehidupan masyarakat yang beragam dan menjadi gambaran toleransi antarumat beragama.

Selain wisata budaya dan religi, Kampung ini juga dikenal sebagai kawasan kuliner dengan cita rasa khas India.

Pengunjung dapat menemukan berbagai makanan seperti martabak India yang disajikan bersama kuah kari kambing, nasi biryani, roti canai, dosai, hingga teh tarik. Berbagai hidangan tersebut tetap mempertahankan resep yang diwariskan secara turun-temurun.

Suasana khas India juga terasa saat menyusuri Jalan K.H. Zainul Arifin. Sejumlah toko menjual kain sari, perhiasan emas dengan desain khas India, serta berbagai rempah seperti kapulaga, jintan, dan kayu manis.

Kemeriahan kawasan semakin terasa saat perayaan Deepavali atau Festival Cahaya. Lampu dia dan hiasan rangoli menghiasi berbagai sudut . 

" Kampung Madras adalah laboratorium sosial yang hidup. Bagaimana sebuah komunitas minoritas dapat hidup berdampingan secara damai selama lebih dari seabad tanpa konflik horizontal..." ungkap penjelasan dalam video.

Keberagaman etnis, bahasa, budaya, dan agama yang hidup berdampingan menjadikan Kampung Madras sebagai gambaran kecil tentang kehidupan multikultural di Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Kampung Madras Little India medan