RADARTUBAN– Pengalaman hidup seseorang kerap kali diwarnai oleh lika-liku tantangan yang tidak mudah sebelum akhirnya meraih keberhasilan.
Hal tersebut dialami secara langsung oleh Evan Haidar, seorang pemuda asal Indonesia yang kini berhasil meniti karier cemerlang sebagai spesialis Sumber Daya Manusia (HR) di pabrik otomotif terkemuka dunia, Tesla, yang berlokasi di Berlin, Jerman.
Kisah perjalanannya yang sangat inspiratif dan penuh kerja keras tersebut memunculkan perhatian publik setelah dibagikan dalam sebuah tayangan acara bincang-bincang bersama komedian dan kreator konten ternama, Raditya Dika.
Evan menuturkan bahwa awal keberadaannya di Jerman bermula sejak sembilan tahun lalu, tepat setelah ia menyelesaikan pendidikan formal di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Demi membiayai kebutuhan hidupnya yang serba tinggi sebelum dan selama masa perkuliahan, ia sama sekali tidak canggung untuk menjalani berbagai pekerjaan fisik maupun pekerjaan kasar.
Baca Juga: Jatuh Bangun di Jerman, Evan Haidar Kini Sukses Tembus Tesla dan Bangun Karier Globa
"Awal-awal nyampai situ aku kerja mulai dari restoran, pabrik, kerja di Burger King di dapurnya, apapun aku pernah lakukan untuk membiayai hidup," ujar Evan kenang percakapan tersebut.
Peluang emas untuk meniti kesuksesan kerja mulai menghampirinya saat ia baru saja memasuki masa perkuliahan di semester kedua di kampusnya.
Merasa lingkungan kerja di tempat lamanya kurang kondusif untuk berkembang, ia memberanikan diri melamar ke berbagai perusahaan hingga akhirnya diterima di Samsung Next.
Pengalaman awal di dunia korporat skala besar tersebut membukakan jalan lebar baginya untuk mendalami bidang rekrutmen dan manajemen HR di berbagai perusahaan multinasional, sampai akhirnya ia berhasil berlabuh di Tesla.
Menurut pengakuannya, Evan membagikan cerita bahwa jalan masuknya untuk bekerja di Tesla tercipta karena ia berani mencoba tantangan baru, terutama saat masa kontraknya di perusahaan konsultan yang lama sudah mendekati batas akhir.
"Aku iseng aja coba daftar-daftar perusahaan. Cuma satu sore aku ke kafe terus daftar, paling cuma lima perusahaan dan salah satunya ada Tesla. Ternyata diundang interview dan tembus," ungkapnya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Selama menetap dan bekerja di Jerman, Evan juga menyoroti perbedaan budaya kerja serta regulasi ketenagakerjaan setempat yang sangat ketat dan melindungi pekerja.
Hal ini mencakup hak cuti tahunan yang mencapai 30 hari kerja hingga aturan jam kerja dan lembur yang diatur ketat oleh hukum.
Selain aktif membagikan pengalaman kariernya, Evan kini tengah menyiapkan penyusunan buku yang diangkat dari kisah perjalanan hidupnya untuk memotivasi masyarakat luas. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : Youtube Raditya Dika