Batal Tinjau Gempa NTT Sabtu Lalu, Ke Mana Presiden Prabowo? Ini Penjelasannya

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Presiden Prabowo saat menghadiri akad nikah Rizky Irmansyah. (Jawapos.com)
Presiden Prabowo saat menghadiri akad nikah Rizky Irmansyah. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Rencana agenda kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke lokasi bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami penundaan.

Semula, orang nomor satu di Indonesia tersebut dijadwalkan meninjau lokasi terdampak pada Sabtu (22/8), namun agenda ini diundur menjadi Senin (24/8) atau Selasa (25/8) mendatang. Informasi perubahan jadwal ini disampaikan langsung oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena.

Pemerintah menegaskan bahwa rencana peninjauan ke lapangan masih terus dimatangkan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa Presiden Prabowo tetap berkomitmen untuk turun langsung menyapa dan melihat kondisi para korban di NTT dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran Saat Saksikan Atraksi Jet TNI di Istana

Meski demikian, pihak Istana belum merilis tanggal pasti keberangkatan tersebut dan meminta publik untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait kepastian jadwal terbaru.

Sebelumnya, pada hari Sabtu (22/8) yang awalnya dialokasikan untuk kunjungan ke NTT, Presiden Prabowo justru bertolak ke Kalimantan Barat guna memimpin serta memantau penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Keesokan harinya, Minggu (23/8), Presiden menghadiri acara pernikahan Sekretaris Pribadinya (Sespri) Rizky Irmansyah yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC). 

Dalam prosesi pernikahan tersebut, Prabowo bertindak sebagai saksi nikah mendampingi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Sementara itu, kondisi terkini di area terdampak bencana masih memerlukan perhatian intensif. 

Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, NTT, dengan kekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WIB ini melumpuhkan sebagian area pemukiman warga serta mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya peningkatan jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan pembaruan data yang dirilis Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan Minggu (23/8) malam, total korban meninggal dunia saat ini telah mencapai 91 orang. 

Angka ini bertambah sebanyak 4 orang jika dibandingkan dengan laporan pendataan pada hari sebelumnya. Tim gabungan di lapangan masih terus melakukan upaya penanganan darurat, evakuasi, serta penyaluran bantuan logistik bagi para pengungsi yang terdampak musibah ini. (*)

 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
bencana gempa bumi presiden republik indonesia ntt prabowo Presiden Prabowo