Viral Driver Ojol Beri Jam Tangan dan Uang ke Mas Botok Usai Rekening Diblokir

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:22 WIB
Seorang driver ojol memberikan jam tangan dan sejumlah uang kepada Mas Botok setelah mengetahui rekeningnya diblokir. (Tangkapan layar instagram @undercover)
Seorang driver ojol memberikan jam tangan dan sejumlah uang kepada Mas Botok setelah mengetahui rekeningnya diblokir. (Tangkapan layar instagram @undercover)

RADARTUBAN – Momen haru terjadi di tengah aksi demonstrasi di Jakarta. Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, mendapat perhatian dari seorang pengemudi ojek online (ojol) yang mengetahui kondisi rekeningnya tengah diblokir.

Dilansir dari instagram @undercover, seorang driver ojol terlihat memberikan jam tangan miliknya kepada Mas Botok. 

Tak hanya jam tangan, pengemudi tersebut juga memberikan sejumlah uang sebagai bentuk dukungan.

Aksi spontan itu dilakukan setelah sang driver mengetahui Mas Botok sedang menghadapi kesulitan akibat rekening bank miliknya tidak dapat digunakan.

Baca Juga: Muncul Seruan Boikot Bank Mandiri Pasca Blokir Rekening Sepihak, Jefri Nichol Sampai Beri Komentar

Rekening tersebut diketahui memiliki saldo sekitar Rp 80,9 juta. Dana itu disebut berkaitan dengan kebutuhan donasi dan logistik massa yang mengikuti aksi di Jakarta.

Dalam rekaman yang beredar, driver ojol tersebut tampak menghampiri Mas Botok dan menyerahkan jam tangan yang dikenakannya. Keduanya kemudian sempat berbincang sebelum bantuan tersebut diterima.

Pemberian barang pribadi tersebut sontak menjadi perhatian. Jam tangan yang diserahkan bukan sekadar benda yang memiliki nilai materi, melainkan bentuk kepedulian seorang warga kepada orang lain yang tengah menghadapi persoalan.

Rekening Mas Botok Terblokir

Sebelumnya, persoalan rekening milik Mas Botok menjadi sorotan setelah ia menunjukkan kondisi rekeningnya melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Saldo sekitar Rp 80.935.479 disebut berada dalam status terblokir. Kondisi tersebut membuat dana yang disebut digunakan untuk kebutuhan donasi dan logistik massa tidak dapat diakses.

Pemblokiran rekening kemudian mendapat perhatian publik, terlebih Mas Botok merupakan salah satu koordinator massa AMPB yang datang dari Pati, Jawa Tengah, untuk mengikuti aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta.

Bank Mandiri telah memberikan penjelasan terkait pemblokiran tersebut. Bank menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.

Bank Mandiri juga menyebut pemblokiran dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilaksanakan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya menyatakan tidak mengajukan pemblokiran terhadap rekening milik Supriyono.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya telah mengecek informasi tersebut dan tidak menemukan adanya permintaan pemblokiran yang diajukan lembaganya.

“Tidak ada, saya sudah cek. Mungkin penyidik, ya,” kata Ivan saat dikonfirmasi pada Minggu (23/8).

Baca Juga: Gaji Pegawai Bank Mandiri di Berbagai Posisi Tahun 2024, Pelamar Kerja di Bank Wajib Tahu!

Solidaritas di Tengah Aksi Massa

Persoalan pemblokiran rekening tersebut masih menjadi perhatian publik. Terlebih, belum terdapat penjelasan secara terbuka mengenai aparat penegak hukum yang mengajukan permintaan pemblokiran rekening Supriyono.

Di tengah persoalan tersebut, aksi seorang driver ojol justru menghadirkan sisi berbeda dalam rangkaian demonstrasi.

Jam tangan pribadi yang diberikan kepada Mas Botok menjadi simbol dukungan sederhana. Bantuan itu diberikan secara spontan tanpa menunggu adanya penggalangan dana atau permintaan secara terbuka.

Selain jam tangan, driver ojol tersebut juga memberikan sejumlah uang kepada Mas Botok.

Momen itu kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian warganet. Aksi sederhana tersebut dinilai memperlihatkan bentuk solidaritas masyarakat yang muncul di tengah situasi yang sedang menjadi sorotan.

Bagi Mas Botok, pemberian tersebut bukan semata-mata mengenai nilai barang atau jumlah uang yang diterima.

Perhatian dari seorang warga yang bahkan rela memberikan barang pribadinya menjadi bentuk dukungan ketika dirinya sedang menghadapi persoalan akses terhadap rekening.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen yang mewarnai aksi massa AMPB di Jakarta.

Di tengah dinamika demonstrasi dan polemik pemblokiran rekening, muncul solidaritas spontan dari seorang pengemudi ojol yang memilih memberikan apa yang dimilikinya untuk membantu.

Hingga kini, polemik mengenai rekening Mas Botok dengan saldo sekitar Rp 80,9 juta masih menjadi perhatian.

Sementara itu, dasar permintaan pemblokiran rekening tersebut masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari aparat penegak hukum terkait. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sumber : instagram.com/@undercover
mas botok jam tangan ojol pemblokiran rekening Bank Mandiri