Kapal Induk Italia Garibaldi Siap Bertransformasi Jadi KRI Gajah Mada September Mendatang

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Kapal Induk Giussepe Garibaldi dari Italia. (Jawapos.com)
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia. (Jawapos.com)

RADARTUBAN - Tiba di RI bulan depan, kapal induk Garibaldi bakal bernama KRI Gajah Mada setelah menyelesaikannya seluruh rangkaian pelayaran dari Italia menuju Tanah Air.

Berdasarkan keterangan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, kapal perang pengangkut helikopter eks Angkatan Laut Italia tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pertengahan hingga akhir September, antara tanggal 15 hingga 20 September.

Pelayaran jarak jauh alutsista tersebut dimulai sejak Senin malam dari dermaga di Italia.

Baca Juga: Trump Usul AS Jaga Selat Hormuz dan Tarik Bayaran dari Kapal yang Melintas

Selama proses lintas laut menyeberangi antarbenua, kapal induk tersebut masih menyandang nama resminya dari negara asal, yaitu ITS Giuseppe Garibaldi, serta masih mengibarkan bendera kebangsaan Italia.

Namun, sesampainya di wilayah perairan Indonesia, proses penerimaan penyerahan aset secara penuh akan dilakukan.

Pada momentum pelantikan penerimaan tersebut, bendera Italia akan diturunkan untuk digantikan dengan bendera Merah Putih, bersamaan dengan perubahan nama resmi kapal menjadi KRI Gajah Mada.

Perjalanan maritim yang menempuh jarak ribuan mil laut ini melewati serangkaian titik krusial perairan internasional. Rute pelayaran tersebut melintasi Terusan Suez serta kawasan perairan Laut Merah yang memiliki tingkat kerawanan keamanan tinggi.

Guna menjamin keamanan dan keselamatan kapal induk selama berlayar melintasi rute rawan tersebut, militer Italia mengerahkan pengawalan ketat berupa unit kapal perang tipe fregat.

Pihak TNI AL mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan doa agar proses pengiriman kapal perang ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan hingga selamat berlabuh di pangkalan Indonesia.

Kehadiran KRI Gajah Mada menandai sejarah baru dalam modernisasi alutsista Tentara Nasional Indonesia. Kapal berbobot besar ini akan beroperasi sebagai kapal induk helikopter (LHD/Helicopter Carrier) pertama yang dimiliki oleh Indonesia.

Fungsi utamanya tidak hanya terbatas pada pengoperasian pesawat udara Angkatan Laut, melainkan dirancang khusus untuk mendukung operasional gabungan lintas matra.

Dalam operasionalnya kelak, dek penerbangan KRI Gajah Mada diproyeksikan dapat menampung, melayani, dan memfasilitasi take-off maupun landing berbagai jenis helikopter militer.

Armada armada helikopter yang diakomodasi bukan hanya milik TNI Angkatan Laut saja, tetapi juga mencakup armada helikopter tempur dan angkut milik TNI Angkatan Darat serta TNI Angkatan Udara.

Hal ini menjadikan kapal induk tersebut sebagai sarana komando serta komando taktis dan logistik udara gabungan yang sangat fleksibel.

Pengadaan kapal perang ini berawal dari penawaran dan kesepakatan hibah alutsista dari Pemerintah Republik Italia kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Langkah hibah alutsista tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melalui Sidang Paripurna DPR yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Penambahan KRI Gajah Mada ke dalam jajaran armada TNI AL diharapkan dapat memperkuat kedaulatan wilayah laut nasional, meningkatkan daya gentar Indonesia di kawasan, serta mendukung berbagai misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam di wilayah kepulauan Indonesia. (*)

 

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
KRI Gajah Mada ITS Giuseppe Garibaldi Kapal Induk Italia Garibaldi italia Indonesia