RADARTUBAN - Masalah tumpukan limbah plastik yang kerap mencemari lingkungan berhasil diubah menjadi peluang bisnis bernilai ekonomi tinggi oleh sekelompok anak muda kreatif.
Dilansir dari kanal YouTube DAAI Magazine, melalui brand lokal Westgood, mereka mengolah sampah botol plastik bekas kemasan serta tutupnya menjadi aneka kerajinan unik, mulai dari benang filamen kap lampu hingga papan meja sekolah.
Inisiator Westgood, Kang Arif, mengungkapkan bahwa hampir seluruh komponen botol plastik dapat dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang (zero waste).
Untuk membuat kap lampu, bagian badan botol dipanaskan dan dipotong menjadi pita plastik sebelum dikonversi menggunakan mesin khusus menjadi benang filamen bulat.
Dari satu botol plastik bening saja, dapat dihasilkan benang sepanjang dua hingga tiga meter. Sementara bagian tutup botolnya diolah menjadi rangka (board) penyangga.
Baca Juga: Cegah Karhutla Saat Kemarau, Damkar Tuban Minta Warga Tak Bakar Sampah dan Puntung Rokok
Tidak hanya kap lampu dan rak hias multifungsi, Westgood juga memproduksi papan serbaguna berbahan dasar plastik jenis HDPE dan LDPE, seperti tutup botol, kemasan perawatan kulit (skincare), hingga botol sampo.
Papan daur ulang ini dibuat melalui proses pencacahan bahan menjadi serpihan (flex), pemotifan warna, pemanasan di dalam oven khusus, hingga tahap pengepresan.
Papan ini sangat kokoh dan dimanfaatkan untuk material interior kafe hingga furnitur meja dan kursi sekolah.
Guna menopang kapasitas produksi yang mencapai 1 hingga 2 ton per bulan, Westgood bekerja sama dengan bank sampah, pengepul, serta melibatkan warga sekitar.
Warga yang mendonasikan sampah plastik seberat 5 kilogram bahkan mendapatkan imbalan berupa produk olahan daur ulang seperti poster atau tatakan gelas.
Kini, produk karya anak bangsa tersebut tidak hanya diminati di wilayah Jawa, tetapi juga telah merambah berbagai pulau di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni