Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Usulkan Kepala SPPG Talang Angin Dicopot

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:14 WIB
Salah satu santri Ponpes Manbaul Hikam yang dirawat di RSUD RT Notopuro akibat keracunan MBG. (Radar Sidoarjo)
Salah satu santri Ponpes Manbaul Hikam yang dirawat di RSUD RT Notopuro akibat keracunan MBG. (Radar Sidoarjo)

RADARTUBAN – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo.

BGN secara resmi mengusulkan pemberhentian Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa selain rekomendasi pencopotan jabatan, operasional SPPG Talang Angin juga langsung dijatuhi sanksi penghentian sementara (suspend) kategori berat selama satu bulan penuh.

"Kami mengusulkan pencopotan sekaligus penggantian Kepala SPPG tersebut. Operasional SPPG Sidoarjo di Talang Angin juga kami bekukan selama 30 hari ke depan," ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Baca Juga: Pembukaan Zona Malang Dimeriahkan Kuis Jingle MBG, Sarmuji: Ini Misi Menemani Anak-Anak Muda 

Investigasi Penyebab Keracunan Terus Membawa Hasil

Sebagai langkah tanggap darurat, BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat guna mengusut tuntas penyebab pasti dari insiden yang menimpa lebih dari 500 orang usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Ketut menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium akan segera diumumkan begitu proses investigasi rampung.

Saat ini, fokus utama BGN bersama pemerintah daerah adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara optimal hingga pulih sepenuhnya.

Kondisi Pasien Santri Mulai Membaik

Berdasarkan data terkini dari RSUD RT Notopuro Sidoarjo hingga Rabu sore (15.30 WIB), mayoritas korban sudah diperbolehkan pulang usai menerima perawatan intensif.

Humas RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Rizqi Maulana, menjelaskan dari total 380 santri yang masuk ke penanganan pihak rumah sakit, sebanyak 353 orang di antaranya telah dipulangkan.

"Saat ini menyisakan 5 pasien yang menjalani rawat inap di ruang perawatan biasa, serta 22 pasien lainnya masih berada dalam tahap observasi medis," jelas Rizqi.

Ia menambahkan, secara umum keluhan utama para korban berupa sakit perut dan diare sudah menunjukkan tren membaik. Penyelidikan mendalam mengenai kandungan makanan penyebab keracunan tersebut kini masih terus berjalan secara paralel. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Talang Angin SPPG sidoarjo Mbg keracunan