Gibran hingga Ganjar Jadi Istilah Baru dalam Kamus Politik Viral, Apa Artinya?

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 06:25 WIB
Kosakata informal Kamus Besar Bahasa Politik (KBBP) yang viral dan marak digunakan warganet di media sosial.  (x.com/TanyarlBase)
Kosakata informal Kamus Besar Bahasa Politik (KBBP) yang viral dan marak digunakan warganet di media sosial. (x.com/TanyarlBase)

RADARTUBAN — Fenomena unik dalam penggunaan bahasa kini tengah melanda media sosial Indonesia.

Masyarakat kini makin kreatif mengekspresikan sindiran politik melalui istilah yang dikenal sebagai KBBP (Kamus Besar Bahasa Politik) atau Kamus WNI.

Fenomena ini muncul dengan cara mengganti kata-kata populer di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menggunakan nama-nama politikus populer sesuai dengan citra publik mereka masing-masing.

Tren ini pertama kali mencuri perhatian masyarakat di platform Threads melalui unggahan pengguna media sosial pada akhir Agustus 2026 yang membuat lelucon pengoperasian kata.

Sejak saat itu, deretan nama-nama tokoh seperti Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, hingga jajaran menteri dan figur publik lainnya diserap menjadi kata ganti informal di kalangan warganet.

Baca Juga: BGN Tegaskan Makan Bergizi Gratis Tak Bisa Dihentikan, Sudaryono: Ini Janji Politik Prabowo

Sebagai contoh, kata "Gibran" kerap diartikan sebagai kata sifat atau kata benda untuk menggambarkan kondisi "kosong atau tanpa pekerjaan". 

Sementara kata "Anis" disepadankan dengan aktivitas "menganggur atau membaca", dan kata "Ganjar" dipakai untuk menggambarkan aktivitas "berlari".

Dikutip dari kanal YouTube Ray Restu Fauzi, kemunculan kamus politik ini menjadi bentuk indikasi menarik mengenai tingkat kepedulian dan sensitivitas masyarakat terhadap dinamika politik terkini.

"Yang gua suka dalam fenomena ini adalah masyarakat Indonesia sudah terindikasi makin melek terhadap perpolitikan, mereka bahkan sudah mengerti tiap citral masing-masing politikus gara-gara ini," ungkap kreator konten yang akrab disapa Om Rey tersebut.

Evolusi bahasa sindiran ini membuktikan bahwa perhatian masyarakat terhadap dinamika dan kebijakan pemerintah makin tinggi.

Lewat media humor seperti KBBP, narasi politik yang terkesan kaku kini berhasil ditransformasikan menjadi konsumsi bahasa sehari-hari yang populer di kalangan generasi muda. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
kamus politik politikus ganjar gibran