Orang Utan yang Pingsan Akibat Asap Karhutla di Kalbar Meninggal Dunia

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 07:20 WIB
Sempurna, orang utan jantan yang pingsan akibat asap karhutla di Kalbar mati. (Tangkapan layar media sosial)
Sempurna, orang utan jantan yang pingsan akibat asap karhutla di Kalbar mati. (Tangkapan layar media sosial)

RADARTUBAN – Kabar duka datang dari dunia konservasi. Orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna yang ditemukan dalam kondisi pingsan karena gangguan pernapasan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), akhirnya mati.

Sempurna diduga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menyampaikan duka atas kematian satwa dilindungi tersebut.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa," kata Kepala BKSDA Kalbar Murlan Dameria Pane dikutip dari detik.com. 

Baca Juga: Cegah Karhutla Saat Kemarau, Damkar Tuban Minta Warga Tak Bakar Sampah dan Puntung Rokok

Ditemukan Sangat Lemah

Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Saat dievakuasi, orang utan tersebut mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan penanganan medis. Tim BKSDA Kalbar bersama Yayasan IAR Indonesia (YIARI) kemudian melakukan evakuasi untuk memberikan pertolongan.

Kondisi Sempurna yang ditemukan di tengah kepungan asap karhutla menimbulkan dugaan bahwa paparan asap turut memengaruhi kondisi kesehatannya.

Meski telah mendapatkan penanganan, nyawa Sempurna tidak berhasil diselamatkan.

BKSDA Kalbar selanjutnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang kemungkinan berkontribusi terhadap kematiannya.

" Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," ujar Murlan.

Kematian Sempurna kembali menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya mengancam kesehatan manusia, tetapi juga satwa liar yang habitatnya berada di kawasan terdampak kebakaran dan asap.

Orang utan Kalimantan sendiri merupakan salah satu satwa dilindungi yang menghadapi ancaman serius akibat kerusakan dan hilangnya habitat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
orang utan sempurna karhutla pingsan kalimantan