Produksi Semen SBI Tuban Dikabarkan Berhenti, Pasokan Batu Bara Tersendat

Andreyan (An) • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB
Jalur pengiriman semen PT SBI Tuban di atas jalan nasional. Karena tidak mendapat supply batu bara sehingga dikabarkan berhenti beroperasi. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)
Jalur pengiriman semen PT SBI Tuban di atas jalan nasional. Karena tidak mendapat supply batu bara sehingga dikabarkan berhenti beroperasi. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)

RADARTUBAN – Industri semen nasional sedang tidak baik-baik saja.

Menipisnya pasokan batu bara yang berlangsung sejak awal tahun mulai berdampak terhadap operasional sejumlah pabrik. Salah satunya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Tuban.

Pabrik semen yang beroperasi di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo ini dikabarkan telah berhenti beroperasi.

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, salah satu pemicu utama terhentinya produksi semen merek Dynamix karena supply batu bara yang tersendat. Sementara stok yang dimiliki telah habis.

Baca Juga: Kades Tingkis Divonis 10 Bulan Penjara Kasus Penggelapan Sewa Lahan PT SBI

Dikonfirmasi terkait kondisi perusahaan yang mulai berhenti produksi, Corporate Communication Region 3 PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tuban Ario Patra Nugraha mengaku belum mengetahui secara pasti informasi tersebut. Karena itu, dia akan menanyakan terlebih dahulu informasi tersebut ke bagin produksi.

Namun, kendati sudah mengonfirmasi kabar tersebut, dan mungkin sudah mendapat jawabannya, Ario enggan untuk menjawab pertanyaan yang disampaikan wartawan koran ini.

Meski demikian, dirinya tidak menampik maupun membenarkan informasi yang dimaksud. Sebaliknya, dia hanya menjawab secara diplomatif.

Menurutnya, informasi terkait ketersediaan bahan baku maupun produksi merupakan data internal perusahaan.

‘’Perihal tersebut (ketersediaan stok baru bara dan produksi, red) adalah data operasi yang bersifat internal,’’ katanya. Dan lantaran bersifat sehingga dirinya tidak berhak untuk menyampaikan ke publik. ‘’(Datanya, red) bukan untuk publik. Terima kasih,’’ tandasnya.

Hanya saja, ketika ditanya dengan pertanyaan kontradiktif, apakah stok batu baru untuk PT SBI Tuban masih aman dan tidak memengaruhi produksi semen?

Ario tidak menjawab. Hal ini seakan menandaskan bahwa industri semen memang sedang tidak baik-baik saja.

Sebagaimana diketahui, batubara berperan penting sebagai bahan bakar utama untuk membakar bahan baku semen, yakni batu kapur dan tanah liat.

Abu sisa pembakaran batubara juga dimanfaatkan sebagai bahan tambahan campuran semen.

Karena itu, ketika bahan bakar utamanya tidak tersedia, maka hampir dapat dipastikan berhenti beroperasi. (an/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Solusi Bangun Indonesia SBI