RADARTUBAN — Pekalongan akhir-akhir ini heboh dengan viralnya berita tentang festival berkonsep satanik.
Acara ini dikenal dengan nama Karnaval Simbang Kulon Night Carnival atau SKNC 2026, yang digelar pada Kamis, 10 September 2026.
Menurut penjelasan dari kanal YouTube Kamar JERI, penyelenggaraan acara tersebut melibatkan 25 barisan peserta yang berasal dari 25 musala di wilayah Simbang Kulon.
"Di tengah prosesi pemotongan, beberapa peserta yang menggunakan kostum iblis menari-nari seperti ritual satanik," ungkap Jeri saat menanggapi rekaman pertunjukan dalam karnaval tersebut.
Acara ini semula ditujukan untuk menampilkan berbagai macam kreativitas remaja dari seluruh blok musala, namun yang menjadi pusat perhatian adalah festival ini justru mengarah ke konsep satanik.
Dari video yang beredar di media sosial, kostum ataupun atribut yang mereka gunakan cenderung mirip dengan ritual pemujaan setan.
Baca Juga: Tembus Festival Film Busan, Laut Bercerita Siap Tayang di Bioskop Indonesia Oktober Mendatang
Padahal, sebelumnya festival ini diselenggarakan setiap tahun sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tradisi khitanan massal warga setempat.
Di dalam festival ini terdapat beberapa orang yang menggunakan jubah putih panjang dan tudung kerucut yang menutupi wajah, mirip dengan organisasi Ku Klux Klan (KKK).
Dalam video tersebut, kelompok berkostum mirip KKK berjalan mendekati sebuah simbol bintang terbalik yang disebut dengan pentagram yang dilengkapi dengan lampu menyerupai lilin.
Lalu mereka membawa peti mati yang berlambang bintang hitam dengan garis tepi merah lengkap dengan bercak seperti darah.
Di dalam peti itu terdapat satu ekor kambing yang sudah disembelih, kemudian disuguhkan sebagai sajian pertunjukan.
Beberapa warga di sana membela aksi tersebut karena mereka menganggap unsur ini diambil hanya sebagai simbol dari band metal seperti Slipknot dan Sepultura.
Mereka juga menganggap hal tersebut sangatlah wajar untuk dipertontonkan sebagai ekspresi seni horor. Namun, banyaknya netizen yang menganggap justru penampilan itu sebagai azab atau bahkan kesialan pasca-festival. Netizen mengaitkan hal tersebut dengan banyaknya kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.
Kabar yang beredar menyebutkan terdapat salah satu peserta festival yang meninggal dunia. Ahmad Fauzi (40) atau AF diduga meninggal dunia setelah pulang dari acara tersebut.
Menurut berita yang beredar, AF merupakan salah satu orang yang menggunakan kostum iblis berukuran raksasa. Festival itu berlangsung hingga sekitar jam 12.00 malam.
Sebelum pulang, AF sempat mengobrol dengan teman-temannya di rumah pamannya, lalu saat pukul 02.30 dini hari AF memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan langsung tertidur karena kelelahan.
Namun pada pukul 04.00 WIB, istri AF membangunkan suaminya untuk salat Subuh dan mendapati napas AF tersengal-sengal serta sulit bernapas. Keluarga langsung membawanya ke rumah sakit, tetapi saat diperiksa kondisinya, AF sudah dinyatakan meninggal dunia.
Pihak keluarga menyatakan bahwa almarhum dalam kondisi sehat saat mengikuti karnaval dan meminta informasi yang beredar untuk tidak mengaitkan wafatnya almarhum dengan pawai tanpa dasar yang jelas.
Selain berita tentang peserta yang meninggal dunia, terdapat insiden lain yaitu pengeroyokan dua pedagang sosis keliling di festival tersebut.
Dari video yang beredar, ada dua orang pedagang yang saling adu bogem mentah di mana sejumlah orang terlihat mengerumuni dan memukul seorang pedagang sampai sepeda motornya ikut jatuh.
Dari kesaksian salah satu korban yang bernama Gita Firmansyah, pengeroyokan terjadi bermula ketika ia bersama adiknya, Iqbal Raihan, meninggalkan lokasi festival sekitar pukul 02.30 WIB.
Saat Gita membunyikan klakson karena situasi jalan ramai, massa justru mengeroyok dan memukulnya tanpa alasan jelas. Iqbal yang berniat menolong kakaknya juga ikut menjadi sasaran hingga keduanya mengalami luka lebam di bagian punggung dan tangan.
Akibat dua kejadian tersebut, banyak orang yang menganggap acara SKNC 2026 telah menodai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hal ini menuai kecaman netizen hingga publik figur seperti Mongol. Mongol, yang dikenal sebagai mantan pengikut sekte satanisme, menyampaikan keprihatinannya atas viralnya festival tersebut.
"Ayolah main-main hal yang baik-baik saja, main-main hal yang tidak terlalu nyerempet yang frontal gitu. Bikin apa kek, gambar capung atau gambar semut, enggak usah yang berhubungan dengan hal-hal begitu," ujar Mongol saat mengimbau para pemuda agar lebih bijak dalam berkarya tanpa menyenggol ornamen berbau satanik.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni