RADARTUBAN – Sebuah tragedi pembunuhan yang diwarnai oleh fenomena mistis di luar nalar pernah menggemparkan sebuah desa transmigrasi terpencil di tanah Sulawesi belasan tahun yang lalu.
Kisah tragis ini dibagikan oleh kreator konten Nadia Omara, yang menceritakan nasib nahas seorang wanita bernama Wak Tita yang tewas dibunuh secara keji oleh suaminya sendiri, Mbah Suradi.
Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena kebrutalan pembunuhannya, tetapi juga karena pelakunya.
Mbah Suradi, berhasil melarikan diri berkali-kali dari sel tahanan kepolisian yang terkunci rapat berkat ilmu gaib yang diduga dimilikinya .
Peristiwa berdarah ini bermula dari konflik rumah tangga antara Mbah Suradi, 70, dan Wak Tita yang sudah lama tidak harmonis.
Baca Juga: Jejak Medsos Ungkap Pembunuhan Remaja, Jasad MOS Tinggal Kerangka di Semarang
Wak Tita yang tidak sanggup lagi hidup bersama suaminya memilih untuk berpisah dan kembali ke rumah ibunya, Bu Siti. Merasa tidak terima karena ajakan rujuknya ditolak mentah-mentah.
Mbah Suradi pun naik pitam dan secara terang-terangan mengancam akan menghabisi nyawa istrinya tersebut.
Beberapa hari setelah ancaman itu dilontarkan, Bu Siti terbangun dari tidurnya di malam hari karena mendengar suara rintihan dari arah dapur.
Betapa terkejutnya ia mendapati putrinya sudah tergeletak bersimbah darah akibat luka bacokan memanjang yang parah di area wajah. Wak Tita akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di tengah perjalanan menuju puskesmas sekitar pukul 5 subuh.
Misteri mulai mengemuka dan membuat bingung kepolisian ketika warga mendapati seluruh pintu serta jendela rumah Bu Siti malam itu dalam keadaan terkunci rapat dari dalam dan tidak ada tanda-tanda dibobol.
Setelah diselidiki, Mbah Suradi sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap. Namun, kejadian di luar logika berulang kali terjadi saat ia menghilang tanpa jejak dari dalam sel tahanan Polsek maupun Polres, meskipun sel selalu dalam keadaan digembok.
Pelarian magis Mbah Suradi ini akhirnya benar-benar berakhir saat ia dikejar oleh salah satu tokoh desa dan warga hingga ke area hulu sungai.
Saat mencoba kabur, Mbah Suradi terpeleset ke sungai yang dangkal dan seketika kehilangan kekuatannya, bahkan kesulitan sekadar untuk berdiri dan melawan.
Uniknya, saat ia berhasil ditangkap dan sempat menjadi amukan pengeroyokan warga, Mbah Suradi sama sekali tidak terluka ataupun memar karena tubuhnya kebal.
Lelah dengan pelaku yang selalu bisa menembus dinding penjara, warga desa dan aparat akhirnya memutuskan untuk mengurung Mbah Suradi di sebuah kurungan kayu dan bambu sederhana buatan warga yang diletakkan di tanah.
Baca Juga: Mitos Pengorbanan Sukarela Ratu Puabi Patah, Analisis Medis Ungkap Pembunuhan Massal di Kerajaan Ur
Anehnya, dari kurungan sederhana berlapis papan tersebut, ia justru tak pernah bisa kabur lagi hingga berbulan-bulan, sampai akhirnya ia ditemukan tewas gantung diri di dalam kurungan tersebut.
Terkait misteri bagaimana pelaku bisa lolos berulang kali menembus rumah maupun sel tahanan besi namun tak berdaya di air, Nadia Omara menyampaikan pendapat yang sangat menarik mengenai rahasia di balik ilmu gaib yang digunakan pelaku:
"Menurut kepercayaan yang berkembang di desa, orang yang menguasai ajian AKTT (Ajian Kambing Tiada Tanduk) ini dipercaya bisa melepaskan diri dari kurungan selama masih ada celah untuk keluar. Dan katanya ajian ini juga punya satu kelemahan. Kelemahannya kambing takutnya apa? Air," ungkap Nadia Omara menjelaskan logika mistis di balik kejadian tersebut.
Di penghujung ceritanya, ia juga mengingatkan sebuah pesan moral berharga bahwa emosi yang tidak terkontrol dapat berujung pada tragedi besar yang merugikan banyak orang, sehingga setiap permasalahan sepatutnya diselesaikan dengan kepala dingin. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni