RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto menaikkan level perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bukan sekadar imbauan. Sebanyak 1.000 perwira TNI berpangkat mayor, letkol, hingga kolonel bakal diturunkan ke sejumlah kabupaten untuk mengedukasi masyarakat agar membuka lahan tanpa membakar.
Langkah ini sekaligus membawa pesan keras: pemerintah tidak ingin warga dihadapkan pada pilihan sempit antara membuka lahan dengan cara membakar atau kehilangan sumber penghidupan.
Prabowo menawarkan solusi berupa fasilitasi lahan dan pompa air, sementara pembakaran sengaja oleh oknum maupun korporasi tetap akan diselidiki.
Baca Juga: Karhutla Kepung Hutan Kalimantan, Orang Utan Kehilangan Habitat hingga Terancam Kekurangan Makanan
1.000 Perwira Turun ke Kabupaten
Rencana tersebut disampaikan Prabowo ketika berdiskusi dengan 22 akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9) lalu.
“Saya sudah tugaskan TNI, nanti mungkin Polri, saya turunkan seribu perwira. Mayor, Letkol, Kolonel. Seribu, saya turunkan ke kabupaten-kabupaten itu untuk memberi edukasi,” kata Prabowo dikutip dari ANTARA.
Presiden menilai pencegahan karhutla tidak cukup hanya dengan melarang. Masyarakat harus diberi jalan keluar agar tetap bisa produktif tanpa menggunakan api.
“Kalau Anda butuh lahan, lapor, kita buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian. Kita ingin rakyat kita sejahtera, tidak mungkin kita mau celakakan rakyat kita,” tegasnya.
Soroti Perda yang Buka Celah
Prabowo juga menyoroti masih adanya delapan perda kabupaten yang menurutnya membuka celah pembakaran lahan hingga dua hektare. Mantan menteri pertahanan itu menyebut aturan tersebut perlu dikoreksi.
“Which is, menurut saya, complete nonsense,” ujar Prabowo ketika menanggapi ketentuan tersebut.
Prabowo mempertanyakan bagaimana api yang sudah membakar lahan seluas satu lapangan bola dapat dihentikan oleh satu orang.
Korporasi Tak Lepas Tangan
Untuk perusahaan, pemerintah menegaskan kewajiban pencegahan tetap berlaku. Prabowo menyebut perusahaan harus memiliki sarana pemantauan, embung, serta tim pemadam kebakaran sendiri.
“Kita akan selidiki terus korporasi-korporasi, oknum-oknum yang melakukan pembakaran sengaja,” kata Prabowo.
Baca Juga: Dideteksi Satelit NASA, Asap Karhutla Kalimantan Meluas Hingga ke Filipina
Dengan pola ini, pemerintah mencoba menggabungkan edukasi, fasilitas, dan penegakan aturan.
Tantangannya tinggal satu: memastikan 1.000 perwira tersebut benar-benar membawa solusi ke lapangan, bukan sekadar menambah panjang daftar sosialisasi karhutla setiap tahun. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni