Sebelum Wafat, Guruh Soekarnoputra Ternyata Masih Menyimpan Keinginan Besar Ini

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB
Guruh Sukarnoputra meninggal dunia usia 73 tahun. (Istimewa)
Guruh Sukarnoputra meninggal dunia usia 73 tahun. (jawapos)

RADARTUBAN – Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra menghembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun pada Sabtu (26/9). 

Di balik kabar duka tersebut, tersisa cerita tentang rencana karya seni yang sempat dipersiapkannya sebelum kondisi kesehatan menurun.

Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu disebut masih memiliki semangat besar untuk kembali berkarya. 

Baca Juga: Guruh Sukarnoputra Meninggal Dunia, Sempat Kritis dan Dirawat di ICU, Apa Penyakitnya?

Ingin Kembali Hidupkan GSP

Salah satunya dengan menghidupkan kembali Gencar Semarak Perkasa Production (GSP), wadah produksi seni yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mengenang sosok Guruh. 

Menurut Pramono, Guruh bahkan sempat membicarakan rencana untuk kembali menghidupkan GSP.

Semangat itu tidak berhenti pada wacana. Guruh juga disebut tengah terlibat dalam persiapan sebuah pertunjukan seni berbentuk monolog.

”Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, tetapi beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya, dan beliau masih berkeinginan untuk GSP itu bisa ditampilkan kembali,” tutur Pramono dilansir dari jawapos.com. 

Sempat Siapkan Pertunjukan Monolog

Rencana pertunjukan monolog tersebut menjadi salah satu jejak terakhir Guruh dalam berkesenian.

Meski kondisi fisiknya semakin menurun, kecintaannya terhadap dunia seni disebut tetap kuat.

"Tapi karena kondisi kesehatannya menurun, sutradaranya digantikan, tidak jadi Mas Guruh. Saya cukup intensif berinteraksi dengan beliau," lanjutnya.

Rencana tersebut pada akhirnya belum sempat diwujudkan Guruh. 

Namun, cerita itu memperlihatkan bahwa dunia seni tetap menjadi bagian penting dalam kehidupannya hingga masa-masa terakhir.

Baca Juga: Di Tengah Sanksi Internasional, Ekonomi Korea Utara Justru Tumbuh hingga 3,5 Persen

Jejak Seni Guruh yang Belum Berakhir

Guruh dikenal sebagai salah satu politikus sekaligus seniman yang memiliki perjalanan panjang di bidang musik, tari, koreografi, dan seni pertunjukan. 

Dia mendirikan Swara Mahardhika serta terlibat dalam berbagai produksi seni dan musik.

Sejumlah karya musik lahir dari kreativitasnya, antara lain Guruh Gipsy, Kala Sang Surya Tenggelam, Galih dan Ratna, Anak Jalanan, dan Mahadaya Cinta.

Guruh meninggal dunia pada pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. 

Kabar wafatnya disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Jenazah Guruh kemudian dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Prosesi pemakaman sempat menunggu kedatangan sang kakak, Megawati Soekarnoputri, yang tiba dari Manado. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
gsp guruh soekarnoputra meninggal dunia pramono anung seniman